Page 430 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 430
"Separuh dari paket bantuan itu diberikan kepada kelompok pekerja perempuan, karena
perempuan-perempuan ini memiliki semangat untuk membangun diri menjadi seorang
wirausahawan yang mandiri," terangnya.
Menaker menilai, kelompok pekerja perempuan penerima TKM merupakan pekerja yang
dirumahkan dan di-PHK akibat Covid-19, sehingga kehilangan pendapatan. Para pekerja
perempuan itu tidak putus asa dan menyerah dengan keadaan, tetapi tetap mengembangkan
wirausaha secara mandiri.
"Kenapa pilih perempuan, karena perempuan paling banyak terkena dampaknya. Jadi atas
semangat itu negara perlu hadir memberikan stimulan kepada teman-teman yang mau survive
dan mandiri di masa yang sangat sulit ini," kata Menaker didampingi Plt Sekjen Kemnaker Budi
Hartawan dan Kepala Biro Humas R Soes Hindharno.
Dikemukakannya, kegiatan pemberdayaan wirausaha baru TKM bertujuan untuk merangsang
industri kecil, khususnya yang digerakkan pekerja perempuan dengan meningkatkan
kreativitasnya. Hingga 31 Juli 2020, lanjutnya, menunjukkan secara total pekerja formal maupun
informal yang terdampak COVID-19 mencapai lebih dari 3,5 juta orang secara nasional.
Sedangkan dari data yang sudah di-cleansing (terdata by name by address) Kemnaker dengan
BPJS Ketenagakerjaan mencapai 2.146.667 orang. "Data yang sudah cleansing tersebut terdiri
dari pekerja formal yang dirumahkan mencapai 1.132.117 orang, pekerja formal yang di-PHK
mencapai 383.645 orang. Sedangkan pekerja sektor informal yang terdampak mencapai 630.905
orang," terangnya.
Di bagian lain, Plt Dirjen Binapenta & PKK Aris Wahyudi mengungkapkan, pihaknya telah
membantu sedikitnya 30 kelompok pekerja perempuan terdampak Covid-19 di Provinsi Jawa
Barat, Banten, serta DKI Jakarta.
"Masing-masing kelompok berjumlah 20 orang, sehingga total 600 pekerja perempuan yang
telah diberdayakan agar dapat bertahan," jelasnya..
429

