Page 426 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 426
Judul Tolak Omnibus Law, Aliansi Rakyat Bergerak Kembali Gelar Aksi di
Simpang Tiga Gejayan
Nama Media kompas.com
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://regional.kompas.com/read/2020/08/14/17530781/tolak-
omnibus-law-aliansi-rakyat-bergerak-kembali-gelar-aksi-di-simpang-tiga
Jurnalis Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
Tanggal 2020-08-14 17:53:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
Sejumlah orang yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak kembali menggelar demonstrasi
di Simpang Tiga Gejayan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk menolak omnibus law
Rancangan Undang-undang Cipta Kerja ( RUU Cipta Kerja ).
Massa mulai berkumpul pada Jumat (14/8/2020) sekitar 15.30 WIB. Dengan menerapkan
protokol kesehatan, massa menggelar aksi protes dengan membawa sejumlah poster.
TOLAK OMNIBUS LAW, ALIANSI RAKYAT BERGERAK KEMBALI GELAR AKSI DI
SIMPANG TIGA GEJAYAN
YOGYAKARTA, - Sejumlah orang yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak kembali
menggelar demonstrasi di Simpang Tiga Gejayan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk
menolak omnibus law Rancangan Undang-undang Cipta Kerja ( RUU Cipta Kerja ).
Massa mulai berkumpul pada Jumat (14/8/2020) sekitar 15.30 WIB. Dengan menerapkan
protokol kesehatan, massa menggelar aksi protes dengan membawa sejumlah poster.
"Siang ini kami kembali turun lagi ke Gejayan, setelah aksi yang kemarin pada 16 juli," ujar Lusi,
Humas Aliansi Rakyat Bergerak saat ditemui di Simpang Tiga Gejayan, Jumat (14/08/2020).
Lusi menyampaikan dari hasil audiensi di Jakarta, DPR sepakat untuk tidak melanjutkan
pembahasan RUU Cipta Kerja di masa reses.
Namun DPR justru melanjutkan pembahasan aturan tersebut.
Hal itulah yang membuat Aliansi Rakyat Bergerak kembali turun ke Jalan Gejayan untuk
menyuarakan agar RUU Cipta Kerja dibatalkan.
"Itulah, mereka telah menyalahi kesepakatan yang dibuat itu, yang membuat kami perlu ada
urgensinya untuk kembali turun ke jalan menjegal Omnibus Law sampai digagalkan," tegasnya.
425

