Page 421 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 421

Ringkasan

              Dalam  rangka  menyiapkan  tenaga  kerja  (naker)  berketerampilan  spesifik  (specified  skilled
              worker/SSW)  ke  Jepang,  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  akan  melatih  480  Calon
              Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang berasal dari seluruh Indonesia.

              Selain untuk meningkatkan kompetensi, pelatihan bahasa Jepang secara daring (oline) itu juga
              bertujuan  meningkatkan  pelindungan  kepada  pekerja  migran.  Sebagaimana  diamanahkan
              Undang-Undang  Nomor  18  Tahun  2017  tentang  Pelindungan  Pekerja  Migran  Indonesia  (UU
              PPMI)



              SIAPKAN NAKER BERKETERAMPILAN SPESIFIK, KEMNAKER LATIH 480 CPMI

              JAKARTA: Dalam rangka menyiapkan tenaga kerja (naker) berketerampilan spesifik (specified
              skilled worker/SSW) ke Jepang, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan melatih 480
              Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang berasal dari seluruh Indonesia.

              "Pelatihan  Bahasa  Jepang  yang  kita  selenggarakan  merupakan  salah  satu  manifiestasi  dari
              kesepakatan  antara  pemerintah  Indonesia  dan  Jepang  melalui  MoC  (Memorandum  of
              Cooperation),  yang  ditandatangani  pada  tanggal  25  Juni  2019  lalu,"  tutur  Menteri
              Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, dalam sambutannya pada pembukaan pelatihan bahsa
              Jepang secara daring, bagi CPMI Tahun 2020 dari Ruang Serbaguna, Kemnaker, Jakarta, Jumat
              (14/8/2020).

              Selain untuk meningkatkan kompetensi, pelatihan bahasa Jepang secara daring (oline) itu juga
              bertujuan  meningkatkan  pelindungan  kepada  pekerja  migran.  Sebagaimana  diamanahkan
              Undang-Undang  Nomor  18  Tahun  2017  tentang  Pelindungan  Pekerja  Migran  Indonesia  (UU
              PPMI).

              Menaker  mengungkapkan,  dalam  MoU  Indonesia  diberi  target  untuk  mengirimkan  SSW  ke
              Jepang sebanyak 70 ribu orang untuk jangka waktu 5 tahun ke depan. Mereka merupakan bagian
              dari 350 ribu orang tenaga kerja asing yang dibutuhkan Jepang untuk mengisi 14 sektor.

              "Selain itu, Kemnaker juga akan mempersiapkan implementasi dari kesepakatan Indonesia Japan
              Economic Partnership Agreement (IJEPA), khususnya untuk up-skilling bahasa Jepang," katanya.

              Menaker menyadari situasi pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia,
              berdampak pada berbagai sektor, khususnya sektor kesehatan dan ekonomi. Situasi itu turut
              mempengaruhi proses pelatihan kerja yang biasanya dilaksanakan secara offline atau tatap muka
              secara langsung pada suatu tempat yang sama.

              "Namun, dalam situasi global yang terjadi saat ini harus dilakukan penyesuaian metode dalam
              rangka memutus mata rantai penularan Covid 19, yaitu dengan metode dalam jaringan (daring).
              Kami  harapkan  pelatihan  dengan  metode  daring  (online)  dilaksanakan  tanpa  menghilangkan
              substansi dan pencapaian kompetensi yang dibutuhkan," ungkap dia.

              Pada peserta pelatihan, Menaker berpesan, agar mengikuti pelatihan secara serius dan sungguh-
              sungguh. "Jangan menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang sudah diberikan kepada kalian,
              apa lagi pelatihan ini disubsidi oleh Pemerintah. Ingat, kalian terpilih dari ratusan orang yang
              berminat dan mendaftar," tuturnya.





                                                           420
   416   417   418   419   420   421   422   423   424   425   426