Page 422 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 422
Pada lembaga pelatihan kerja, dia minta agar pelatihan dilaksanakan dengan penuh
tanggungjawab, serta sesuai dengan program dan kurikulum standar Jepang. Hal ini mengingat
bahasa merupakan instrumen terpenting dalam melakukan pekerjaan.
"Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada BP2MI yang telah dan akan terus menjalin
koordinasi dan sinergi, khususnya yang terkait dengan pelaksanaan program pelatihan ini,"
katanya.
Di bagian lain, Dirjen Binalattas Kemnaker Bambang Satrio Lelono, menjelaskan, pelatihan
bahasa Jepang ini akan dilaksanakan selama 4 bulan. Standar kurikulum yang diterapkan yakni
memahami, membaca, menulis, menguasai 300 kanji; menguasai 1500 kosa kata;
konteksualisasi substansi; teknis attitude dalam bahasa Jepang; dan memahami budaya Jepang.
"Lembaga pelatihan kerja yang dipilih melalui proses seleksi yang dilakukan secara online melalui
situs Kemnaker atau Sisnaker," terangnya.
Sementara Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii, secara virtual berharap peserta
pelatihan bahasa Jepang yang merupakan CPMI mampu berkiprah di Jepang.
"Sebagian besar pelatihan berkeinginan untuk bekerja di Jepang sebagai pekerja
berketerampilan khusus pada masa mendatang," katanya.
Masafumi Ishii menambahkan, sistem bekerja pekerja berketerampilan khusus di Jepang telah
dimulai sejak bulan Mei 2019. Sehingga, para pekerja asing yang sudah memiliki keterampilan
tinggi dapat bekerja di Jepang maksimal selama 5 tahun.
"Ada pekerja berketerampilan khusus dari berbagai negara dan pekerja Indonesia merupakan
pekerja terbanyak kedua setelah Vietnam," terangnya..
421

