Page 423 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 423
Judul Massa #AtasiVirusCabutOmnibus Penuhi Kantor DPRD Jateng
Nama Media kumparan.com
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://kumparan.com/kumparannews/massa-atasiviruscabutomnibus-
penuhi-kantor-dprd-jateng-1u07W8LarrY
Jurnalis redaksi
Tanggal 2020-08-14 18:20:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
Aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law rupanya juga berlangsung di Semarang, Jumat (13/8).
Dilakukan oleh Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram), titik aksi dipusatkan di depan kantor
Gubernur Jawa Tengah dan Kantor DPRD Jawa Tengah.
MASSA #ATASIVIRUSCABUTOMNIBUS PENUHI KANTOR DPRD JATENG
Create Story Massa #AtasiVirusCabutOmnibus Penuhi Kantor DPRD Jateng kumparanNEWS
Konten Redaksi kumparan Aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law rupanya juga berlangsung
di Semarang, Jumat (13/8). Dilakukan oleh Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram), titik aksi
dipusatkan di depan kantor Gubernur Jawa Tengah dan Kantor DPRD Jawa Tengah.
Sebelumnya, peserta aksi yang juga tampak diikuti oleh perwakilan mahasiswa sejumlah
universitas ternama di Semarang ini long march dari Masjid Baiturrahman Semarang .
Pantauan kumparan , saat long march mereka membawa spanduk sepanjang 30 meter
bertuliskan #AtasiVirusCabutOmnibus. Kemudian, spanduk tersebut dibentangkan di depan
gerbang kantor DPRD dan Kantor Gubernur Jateng .
Kemudian, mereka berorasi dan dilanjutkan dengan 'sidang rakyat'. Saat sidang rakyat hendak
dimulai massa demonstran duduk di jalan hingga satu lajur jalan harus dialihkan.
Pada saat akses jalan tertutup itu, antara polisi dan massa demonstran sempat bersitegang.
Setelah arus lalu lintas diatur hanya menggunakan satu lajur, sidang rakyat dimulai. Perwakilan
buruh, mahasiswa, dan perempuan bergiliran berpidato dalam sidang tersebut.
Koordinator lapangan, Karmanto , menyebut aksi serupa sudah dilakukan sekitar 10 kali namun
tidak ada tanggapan dari tuntutan mereka. Maka aksi kali ini dengan membawa spanduk raksasa
diharapkan bisa berdampak.
"Aksi sudah dilakukan sekitar 10 kali, belum ditanggapi, belum ada perubahan. Kita bawa
spanduk raksasa tujuannya gerakan kita bisa semakin besar karena aksi sebelumnya diabaikan,"
kata Karmanto di lokasi aksi, Jumat (14/8).
422

