Page 418 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 418
Untuk menciptakan SDM berdaya saing dan kompeten, sudah saatnya industri permusikan
menerapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) guna memastikan
ketersediaan supply sesuai dengan kebutuhan dunia industri musik terkini.
MENAKER MINTA INDUSTRI MUSIK TERAPKAN STANDAR KOMPETENSI KERJA
NASIONAL
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, menegaskan pesatnya
perkembangan industri permusikan, memerlukan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang
kompeten dan dalam jumlah yang banyak.
Untuk menciptakan SDM berdaya saing dan kompeten, sudah saatnya industri permusikan
menerapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) guna memastikan
ketersediaan supply sesuai dengan kebutuhan dunia industri musik terkini.
"SKKNI bidang musik, selain sebagai salah satu tolok ukur penyiapan SDM berdaya saing, juga
sebagai salah satu bentuk upaya meningkatkan mutu dari permusikan Indonesia," kata Ida
seusai menyerahkan SKKNI di Bidang Seni Musik dan skema sertifikasi di Ruang Serbaguna
Kemnaker, Jakarta, Jumat (14/8/2020).
Dalam sambutannya, Ida mengatakan, meski saat ini industri musik menjadi salah satu industri
yang sangat terdampak oleh pandemi Covid-19 di seluruh belahan dunia, namun pemerintah
cukup optimistis pemulihan sektor industri musik ini dapat segera dilakukan melalui pendidikan
dan pelatihan berbasis kompetensi.
"Pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi akan dapat dilakukan dengan baik, apabila kita
memiliki standar kompetensi kerja, seperti SKKNI yang diserahkan pada hari ini," ujarnya.
Ida berharap, SKKNI di bidang seni musik yang telah diserahkan dapat diimplementasikan, baik
di lembaga diklat, dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi bidang permusikan, dan
pengembangan SDM di bidang permusikan.
Menurut dia, penciptaan ekosistem dunia permusikan yang kondusif memerlukan sinergi dengan
sektor kebudayaan, pariwisata, industri kreatif dan pemerintah daerah.
"Penciptaan ekosistem ini sangat menentukan sustainability industri musik. Ekosistem ini juga
menjadi bagian dari penciptaan dan perluasan kesempatan kerja," ujarnya.
Ida mengatakan, industri musik yang kondusif akan dapat membantu menciptakan lahirnya
seniman-seniman musik yang kreatif, sehingga dapat melahirkan sumber ekonomi yang baru,
sekaligus kesempatan kerja.
Sementara Dirjen Binalattas, Bambang Satrio Lelono, mengatakan, penyusunan SKKNI
melibatkan para pemangku kepentingan di antaranya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, UPT Kebudayaan, Lembaga Sertifikasi
Profesi, Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI),
Asosiasi permusikan (pelaku seni musik), akademisi, praktisi musik, dan SMA/SMK.
"Sebagai tindak lanjut dari SKKNI tersebut, maka pada kesempatan ini juga akan diserahkan
penambahan ruang lingkup skema sertifikasi kepada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Musik,"
ujarnya.
Dalam kesempatan sama, Ketua Umum Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik
Republik Indonesia (PAPPRI), AM Hendropriyono, mengatakan dengan adanya SKKNI maka
kesempatan untuk meningkatkan profesionalisme dan daya saing di dalam profesi musik, okupasi
417

