Page 490 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 490

Judul               BEM Kampus di Yogyakarta Tegaskan Tolak Omnibus Law RUU Cipta
                                    Kerja
                Nama Media          kumparan.com
                Newstrend           Omnibus Law
                Halaman/URL         https://kumparan.com/kumparannews/bem-kampus-di-yogyakarta-
                                    tegaskan-tolak-omnibus-law-ruu-cipta-kerja-1u029dh4P14
                Jurnalis            redaksi
                Tanggal             2020-08-14 13:12:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Dirjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif

              Ringkasan

              BEM Kampus di Yogyakarta Tegaskan Tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja  kumparanNEWS
              Konten Redaksi kumparan  Sejumlah kampus di  Yogyakarta  yang tergabung dalam Forum BEM
              Daerah Istimewa Yogyakarta sepakat menolak  RUU Cipta Kerja  atau Omnibus Law.



              BEM KAMPUS DI YOGYAKARTA TEGASKAN TOLAK OMNIBUS LAW RUU CIPTA KERJA

              Create  Story      BEM  Kampus  di  Yogyakarta  Tegaskan  Tolak  Omnibus  Law  RUU  Cipta  Kerja
              kumparanNEWS  Konten Redaksi kumparan  Sejumlah kampus di  Yogyakarta  yang tergabung
              dalam  Forum  BEM  Daerah  Istimewa  Yogyakarta  sepakat  menolak    RUU  Cipta  Kerja    atau
              Omnibus Law. Wakil Ketua 1 BEM DIY, Pancar Setiabudi, menjelaskan RUU Omnibus Law ini
              tidak  menjawab  kebutuhan  rakyat  Indonesia  dari  aspek  ekonomi,  pendidikan,  maupun
              ketenagakerjaan.

              "Semua sepakat atas penolakan atau penggagalan  Omnibus Law  . Ketika masuk forum ini yang
              hadir cuma diperbolehkan 20 perwakilan karena masih pandemi corona. Ini tidak hanya gerakan
              BEM DIY tapi juga ada BEM SI. Gerakan bersama. Mayoritas kampus Yogya menolak Omnibus
              Law," kata Pancar, usai audiensi di Kompleks Kepatihan Pemda DI Yogyakarta, Jumat (14/8).

              BEM yang hadir antara lain berasal dari kampus UII, UNY, UGM, UMY, UPY, dan Janabadra. Lebih
              lanjut  Pancar  menjelaskan  bahwa  audiensi  ini  merupakan  gerakan  lain  di  dalam  upaya
              menggagalkan Omnibus Law. Sehingga gerakan tidak hanya dengan turun ke jalan saja.

              "Hal seperti ini (  audensi  ) hal yang cukup konstitusional bertemu ranah pemerintahan dan
              menjelaskan secara rinci," kata mahasiswa UII ini.

              Pancar  menjelaskan,  dari  analisis  para  mahasiswa,  Omnibus  Law  tidak  akan  menyelesaikan
              ketersediaan lapangan pekerjaan, terlebih lagi mengedepankan hak-hak pekerja.

              "Di sisi lain permasalahan ekonomi Indonesia tidak berkutat kepada investasi saja, melainkan
              kualitas kelembagaan yang masih rentan akan praktik korupsi yang menghambat perputaran
              ekonomi  Indonesia.  Di  samping  itu  jaminan  akan  keberlanjutan  lingkungan  justru
              dikesampingkan dalam narasi RUU Cipta Kerja," tegasnya.

                                                           489
   485   486   487   488   489   490   491   492   493   494   495