Page 493 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 493

kedepannya.  Mulai  pelegalan  tenaga  kerja  kontrak  (outsorching),  pengupahan  tidak  layak,
              hingga penghapusan UMK yang mengancam kesejahteraan buruh.
              Dia khawatir, penyusunan RUU ini tanpa mengindahkan partisipasi publik, maka kerentanan PHK
              massal hingga eksploitasi kerja akan menghantui para pekerja.

              Melihat kondisi tersebut, Aliansi Malang Menolak Omnibus Law dengan tegas menolak Omnibus
              Law. Mereka mendesak DPR RI untuk menghentikan penyusunan RUU Omnibus Law yang dinilai
              cacat karena tidak menyertakan partisipasi publik.

              Ada  6  poin  tuntutan  dari  Aliansi.  Sebut  saja  menolak  politik  upah  murah,  memberikan  hak
              nomatif  buruh  dan  jaminan  sosial  kesehatan,  menghentikan  sistem  kerja  kontrak  dan
              outsorching,  komersialisasi  pendidikan,  eksploitasi  lingkungan  hidup,  dan  kebebasan
              berpendapat.

              ''Selama DPR RI bersikukuh mengesahkan RUU Omnibus Law ini, kami tetap akan menolak diam
              dan terus turun ke jalan,'' tegasnya.

              Aksi ini mendapat atensi dari Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Rimzah. Secara normatif, DPRD
              Kota Malang akan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa ini ke tingkat pusat.

              Melihat hal itu, Versal merasa tidak puas. Sikap anggota dewan dinilai masih mengambang.

              ''Kami tetap tidak puas. Mereka belum ada sikap yang jelas terkait hal ini. Keberpihakan mereka
              masih tidak jelas. Mau berpihak pada masyarakat atau kemana,'' pungkasnya.

              Pantauan di lapangan, aksi berjalan kondusif. Puluhan aparat kepolisian juga bersiaga melakukan
              antisipasi keamanan.

              Tugu Malang ID  Gelombang Gravitasi  Penolakan Slamet di Bantul  Omnibus Law  Jude Law
              Wisata Malang  Malang2020 (c) PT Dynamo Media Network  Version 1.1.265.





































                                                           492
   488   489   490   491   492   493   494   495   496   497   498