Page 497 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 497

Selain itu rumusan undang-undang omnibus law juga mengancam kesejahteraan buruh, seperti
              menghapus jaminan upah atau menghilangkan upah minimum regional.
              Untuk  memperjuangkan  aspirasi  tersebut,  buruh  memilih  mengirim  juru  runding  untuk
              membicarakan RUU Omnibus law dengan anggota parlemen. Meski begitu upaya unjuk rasa
              akan  dilakukan  dengan  jumlah  yang  lebih  besar,  jika  legislator  setempat  tidak  melakukan
              pergerakan yang berarti menolak RUU Omnibus law.

              Sementara  itu  anggota  Komisi  IV  DPRD  Riau,  Tumpal  Hutabarat  ,  mengatakan  pihaknya
              mendukung upaya buruh mengkritisi aturan-aturan yang dinilai merugikan buruh. "Kita akan
              memperjuangkan  dengan  menolak  elemen-elemen  yang  dinilai  merugikan  buruh  di  RUU
              tersebut," tegasnya di dampingi anggota Komisi V DPRD Riau, Agung Nugroho.

              Sebut Tumpal, aspirasi buruh akan disampaikan pihak DPRD Riau ke Jakarta. Terlebih, tuntutan
              serupa juga telah disuarakan kelompok buruh yang lain. "Biasanya kalau banyak disuarakan di
              daerah, itu akan didengar oleh DPR RI," tukasnya.
              Adapun  aksi  kali  ini  turut  melibatkan  Serikat  Pekerja  Perkebunan  Kelapa  Sawit  (SP-PKS),
              Konfederasi  Persatuan  Buruh  Indonesia  (KPBI). Sebelumnya,  pada  Kamis  (13/8)  aksi  serupa
              dilakukan oleh Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBI). Demo sendiri berlangsung
              tertib..




















































                                                           496
   492   493   494   495   496   497   498   499   500   501   502