Page 499 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 499

Ringkasan

              Elemen buruh yang tergabung dalam Gerbang Sumut (Analisadaily/Istimewa)  Medan -  Aliansi
              buruh  yang  tergabung  dalam  Gerakan  Buruh  Bangkit  Sumatera  Utara  (Gerbang  Sumut)
              berencana melakukan aksi unjuk rasa menolak disahkannya Rancangan Undang Undang (RUU)
              Ominibus Law Cipta Kerja.



              JELANG MOGOK NASIONAL, BURUH SUMUT AKSI PEMANASAN TOLAK OMNIBUS
              LAW

              Elemen buruh yang tergabung dalam Gerbang Sumut (Analisadaily/Istimewa)  Medan -  Aliansi
              buruh  yang  tergabung  dalam  Gerakan  Buruh  Bangkit  Sumatera  Utara  (Gerbang  Sumut)
              berencana melakukan aksi unjuk rasa menolak disahkannya Rancangan Undang Undang (RUU)
              Ominibus Law Cipta Kerja.

              Aksi tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2020. Ini merupakan
              pemanasan buruh di Sumut jelang aksi mogok buruh secara Nlnasional yang akan dilaksanakan
              pada 25 Agustus 2020 mendatang.

              Hal itu disampaikan Willy Agus Utomo, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja
              Metal Indonesia Sumatera Indonesia ( DPW FSPMI Sumut) dalam ketetangan resmi diperoleh
              Jumat (14/8).
              "Aksi ini diikuti buruh dari 7 elemen. Tujuan aksi dipusatkan di Kantor Gubernur Sumut dan DPRD
              Sumut," katanya.

              Willy  menyebut,  7  elemen  buruh  yang tergabung  Aliansi  Gerbang  Sumut  adalah  DPW  KSPI-
              FSPMI  Sumut,  DPP  Serbundo,  DPC  SPI-KPBI  Deliserdang,  DPC  FPBI-KBPI  Medan,  DPC  SP
              Danamon Medan, dan DPC PPMI Medan.

              Menurut  Willy,  Omnibus  Law  merupakan  Undang-Undang  yang  hanya  menguntungkan
              pengusaha saja, bahkan menghilangkan banyak hak buruh yang sudah ada.

              "Pesangon  buruh  ketika  di  PHK  hilang,  upah  murah  dengan  hilangnya  UMK  dan  UMSK,
              outsourcing buruh kontrak seumur hidup, dan lain lain. Ini merupakan Undang-Undang terburuk
              di dunia perburuhan nantinya," sebut Willy.

              Willy juga mengatakan, selain hak normatif buruh, pekerja asing non skil juga bebas masuk
              tanpa ada aturan yang ketat, dan kepastian pekerjaan bagi kaum buruh sudah tidak ada lagi.

              "Buruh lokal akan tergilas, pengangguran juga akan banyak terjadi. Mereka hanya meciptakan
              kerja buat tenaga kerja asing yang tidak punya keahlian sama sekali," ungkap Willy.

              Suhib  Nuridho  dari  DPP  Serbundo  menambahkan,  sudah  selayaknya  pemerintah  mendengar
              suara kaum buruh yang akhir ini ekonominya sudah menurun drastis akibat kebijakan pemerintah
              yang  dalam  5  tahun  terakhir  memberikan  kemudahaan  kepada  para  pengusaha,  ditambah
              susana pandemi Covid-19 yang belum berkahir.

              "Saat  ini  banyak  buruh  yang  di  PHK  dan  dirumahkan  akibat  alasan  Covid-19.  Harusnya
              pemerintah berempati mencari solusi bagaimana mangatasi hal itu, bukan malah memaksakan
              Omnibus Law," ujar Ridho.

              Jamontang  Sirait  dari  SPI  -KPBI  mengungkapkan,  jika  pemerintah  tetap  bersikeras  terhadap
              penolakan  buruh,  Gerbang  Sumut  akan  melakukan  konsolidasi  dengan  seluruh  elemen
              masyarakat untuk aksi bersama.
                                                           498
   494   495   496   497   498   499   500   501   502   503   504