Page 491 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 491

Terkait hal ini para mahasiswa mengeluarkan pernyataan sikap menolak disahkan Omnibus Law
              RUU Cipta Kerja dengan poin-poin tuntutan sebagai berikut :
              1.  Menolak dengan tegas pengesahan RUU Cipta Kerja, karena bertentangan dengan UU No.
                 15 tahun 2019 Bab 2 pasal 5 dan Bab 11 pasal 96 tentang perubahan atas UU No. 12 tahun
                 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.
              2.  Menolak upaya sentralisasi kekuasaan melalui konsep Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang
                 menciderai semangat reformasi.
              3.  Menolak penyederhanaan regulasi terkait perizinan amdal dan aturan pertambangan yang
                 mengancam kelestarian SDA jangka panjang serta mendesak untuk melaksanakan reforma
                 agraria  sejati.
              4.  Menjamin kehadiran negara dalam terciptanya ruang kerja yang aman, bebas diskriminatif
                 dan dapat memenuhi hak maupun perlindungan terhadap buruh.
              5.  Menolak sentralisasi sistem pengupahan buruh, potensi maraknya tenagakerja outsourcing,
                 serta  dikebirinya  hak-hak buruh seperti cuti, jam kerja tidak jelas, dan PHK sepihak  6.
                 Menolak  sektor  pendidikan  dimasukkan  ke  dalam  Omnibus  Law  RUU  Cipta  Kerja  dan
                 mendesak  pemerintah menghentikan  praktik   liberalisasi    ,  privatisasi, dan  komersialisasi
                 pendidikan serta wujudkan demokratisasi kampus.
              6.  Menuntut pemerintah untuk memperbaiki kualitas kelembagaan nasional maupun daerah dan
                 mengedepankan pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan sebagaimana amanat
                 UUD 1945.

              Kepala  Kesbangpol  DI  Yogyakarta  Agung  Supriyono  yang  menerima  rombongan  BEM  DIY
              menjelaskan, pihaknya akan menyampaikan aspirasi mahasiswa ini ke gubernur, dewan, dan
              pusat.

              "Kami akan menyampaikan hal yang menjadi keberatan dan pernyataan sikap itu baik laporan
              gubernur,  dewan,  dan  rekan-rekan  kelembagaan  yang  punya  kementerian  masing-masing
              langsung menyampaikan," ujar Agung.






































                                                           490
   486   487   488   489   490   491   492   493   494   495   496