Page 527 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 527

Judul               Soal RUU Cipta Kerja, PKS: Pemerintah Korbankan Hak Pekerja Demi
                                    Kepentingan Asing
                Nama Media          akuratnews.com
                Newstrend           Omnibus Law
                Halaman/URL         https://akuratnews.com/soal-ruu-cipta-kerja-pks-pemerintah-
                                    korbankan-hak-pekerja-demi-kepentingan-asing/
                Jurnalis            redaksi
                Tanggal             2020-08-14 10:49:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 7.500.000
                News Value          Rp 22.500.000
                Kategori            Dirjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif

              Narasumber

              positive  -  Mulyanto  (Anggota  Badan  Legislasi  DPR  RI  dari  Fraksi  PKS)  Ini  sangat  ironis.
              Pemerintah lebih memikirkan kepentingan tenaga kerja asing daripada kepentingan tenaga kerja
              dalam  negeri.  Sepertinya  pengorbanan  kita  berlebihan,  termasuk  mengorbankan  hak  tenaga
              kerja dalam negeri, demi mendapatkan investasi. Seharusnya tidak begitu. Dalam kondisi seperti
              sekarang Pemerintah justru perlu membuat aturan yang memihak kepada bangsa sendiri. Bukan
              kepentingan asing



              Ringkasan

              Fraksi PKS DPR RI menilai isi RUU Cipta Kerja terkait pengaturan hak dan kewajiban tenaga kerja
              sangat timpang dan merugikan pekerja. Dalam RUU Omnibus Law itu hak tenaga kerja dalam
              negeri dikurangi tapi hak tenaga kerja asing malah ditambah dan dipermudah.



              SOAL RUU CIPTA KERJA, PKS: PEMERINTAH KORBANKAN HAK PEKERJA DEMI
              KEPENTINGAN ASING

              Jakarta, Akuratnews.com  - Fraksi PKS DPR RI menilai isi RUU Cipta Kerja terkait pengaturan hak
              dan kewajiban tenaga kerja sangat timpang dan merugikan pekerja. Dalam RUU Omnibus Law
              itu hak tenaga kerja dalam negeri dikurangi tapi hak tenaga kerja asing malah ditambah dan
              dipermudah. Pasal 89-91 RUU Omnibus Law Cipta kerja memuat ketentuan terkait skema upah
              minimum yang merugikan pekerja; berkurangnya nilai pesangon; penggunaan tenaga alih daya
              (outsourching) tanpa batas untuk semua jenis pekerjaan; diperluasnya sistem kerja kontrak;
              serta terancam hilangnya jaminan sosial.
              Sementara  ketentuan  bagi  pekerja  asing  justru  semakin  longgar  seperti:  dibolehkannya
              perusahaan menggunakan tenaga kerja asing (TKA) untuk pekerjaan yang tidak perlu keahlian
              khusus (unskill workers); dihapusnya syarat Izin Menggunakan TKA (IMTA); tidak diperlukan
              standar  kompetensi  TKA;  dihapusnya  kewajiban  pengadaan  tenaga  pendamping  bagi  TKA
              dengan jabatan tertentu.


                                                           526
   522   523   524   525   526   527   528   529   530   531   532