Page 540 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 540
CAIR SEPTEMBER, BLT RP 600 RIBU UNTUK KARYAWAN DENGAN GAJI DI BAWAH
RP 5 JUTA, BERIKUT CARA & SYARAT
- Pemerintah bakal memberikan bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 600 ribu selama empat
bulan bagi karyawan swasta dengan gaji di bawah Rp 5 juta. Bantuan yang disebut Bantuan
Subisidi Upah (BSU) ini merupakan bantuan bantuan langsung tunai sebagai stimulus untuk
meningkatkan daya beli dan mencegah resesi ekonomi.
Berikut cara dan syarat mendapatkan bantuan Rp 600 ribu dari pemerintah. Diketahui, melalui
Kementerian Ketenagakerjaan, Pemerintah akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT)
kepada karyawan swasta sebesar Rp 600 ribu.
Skema bantuan Rp 600 ribu ini akan diberikan selama empat bulan dan dibagi dalam dua kali
pencairan. Jika ditotal, setiap pekerja akan mendapat bantuan senilai Rp 1,2 juta dalam sekali
pencairan dari total Rp 2,4 juta yang akan diberikan. Dikutip dari Kompas.com, BLT untuk
karyawan swasta ini akan dibagikan mulai September 2020.
Syarat ketentuan yakni karyawan swasta terdaftar sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan yang
masih aktif, dengan upah di bawah Rp 5 juta per bulan, berdasarkan data upah yang dilaporkan
dan tercatat pada BPJS Ketenagakerjaan.
Direktur Utama BP Jamsostek, Agus Susanto menjelaskan, pemerintah saat ini sedang
melakukan finalisasi skema, mekanisme dan kriteria penerima program subsidi gaji atau Bantuan
Subsidi Upah.
Hal ini dilakukan dengan menggunakan data awal dari BPJS Ketenagakerjaan dan lembaga
negara lainnya sebagai dasarnya.
"Data yang disampaikan BP Jamsostek kepada pemerintah merupakan data peserta aktif kategori
Penerima Upah atau Pekerja Formal dengan upah dibawah Rp 5 juta, berdasarkan upah pekerja
yang dilaporkan dan tercatat di BP Jamsostek," jelas Agus.
PNS dan pekerja di BUMN tidak akan mendapatkan bantuan dari pemerintah ini.
Syarat dapatkan bantuan Rp 600 ribu Berikut syarat lengkap karyawan swasta penerima
program subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan: - Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan
Nomor Induk Kependudukan.
- Terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan
yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan.
- Peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah
Rp 5.000.000,00 sesuai upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan.
- Pekerja/Buruh penerima upah memiliki rekening bank yang aktif.
- Tidak termasuk dalam peserta penerima manfaat program Kartu Prakerja.
- Peserta terdaftar sebagai peserta aktif di BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan bulan Juni
2020.
- Bukan karyawan BUMN dan PNS.
Jika Anda dirasa memenuhi syarat tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menyarankan agar segera
minta HRD Perusahaan sampaikan nomor rekening Anda ke BPJAMSOSTEK.
539

