Page 604 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 604

penerima subsidi adalah peserta BPJAMSOSTEK yang masih aktif. dengan upah di bawah Rpo
              juta perbulan. berdasarkan data upah yang dilaporkan dan tercatat pada BPJamsostek.
              Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto menjelaskan, pemerintah saat ini sedang melakukan
              finalisasi  skema,  mekanisme  dan  kriteria  penerima  program  Bantuan  Subsidi  Upah  dengan
              menggunakan  data  awal  dari  BPJamsostek  dan  lembaga  negara  lainnya  sebagai  dasarnya.
              BPJAMSOSTEK menyatakan kesiapannya dalam mendukung program Bantuan Subsidi Upah ini.

              'Data yang disampaikan BPJamsostek kepada pemerintah merupakan data peserta aktif kategori
              Pekerja Penerima Upah atau Pekerja Formal dengan upah di bawah Rp5 juta berdasarkan upah
              pekerja yang dilaporkan oleh pemberi kerja dan tercatat pada BPJamsostek. Tidak termasuk di
              dalamnya  Peserta  yang  bekerja  sebagai  pegawai  di  BUMN,  Lembaga  Negara  dan  Instansi
              Pemerintah, terkecuali Non ASN," ujarnya.

              Saat ini, tambah Agus, BPJamsostek juga sedang dalam prtees mengumpulkan nomor rekening
              peserta  yang  memenuhi  kriteria  dimaksud  melalui  kantor  cabang  di  seluruh  Indonesia.
              Pemerintah juga akan melakukan validasi ulang terkait data yang disampaikan oleh BPJamsostek
              untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran. Hal ini dilakukan karena sumber dana Bantuan
              Subsidi Upah ini berasal dari alokasi anggaran dari Pemerintah.

              ''Penerima Program Subsidi Upah ini sedikitnya berjumlah 15,7 juta pekerja yang merupakan
              peserta  aktif  BPJamsostek  di  seluruh  Indonesia.  Dalam  dua  hati  ini  kami  telah  berhasil
              mengumpulkan  .sekitar  3,5  juta  rekening  peserta  dan  akan  terus  meningkat"  tambah  Agus.
              Dirinya  berharap  pemberi  kerja  atau  perusahaan  dapat  ikut  proaktif  membantu
              menginformasikan  nomor  rekening  peserta  tersebut  sesuai  kriteria  yang  ditetapkan  oleh
              pemerintah  guna  mempercepat  proses  pengumpulan  informasi  sekaligus  pengkinian  data
              peserta.

              "Bantuan Subsidi Upah ini merupakan nilai tambah bagi pekerja yang terdaftar sebagai peserta
              aktif BPJamsostek, selain mendapatkan perlindungan dari risiko kerja dalam bentuk Jaminan
              Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKm), dan Jaminan Pensiun
              (JP)," tandasnya. Agus menambahkan, BPJamsostek juga mengimbau perusahaan yang belum
              tertib  dalam pembayaran  iuran,  segera  memenuhi  kewajiban  sesuai  dengan  ketentuan  yang
              berlaku.

              "Kami mengimbau agar' perusahaan melakukan validasi tenaga kerja dengan upah di bawah Rp5
              juta yang terdaftar di BPJamsostek dan melaporkan nomor rekening mereka melalui aplikasi
              yang disiapkan oleh BPJamsostek, sehingga pemberian Bantuan Subsidi Upah ini segera bisa
              disalurkan," tegas Agus. Diketahui, pemerintah telah menganggarkan

              Rp37,74 triliun untuk program subsidi pekerja terdampak Cov-id-19. Untuk nominal yang akan
              diterima nantinya ditentukan sejumlah Rp600 ribu perbulan per orang selama 4 bulan atau per
              orang akan mendapatkan Rp2,4 juta. Adapun skema pencairan atau transfer dana dilakukan 2
              bulan sekaligus sebanyak 2 kali.

              "Pemerintah berharap program ini dapat mempercepat proses pemulihan ekonomi dan menjaga
              agar  Indonesia  dapat  terhindar  dari  resesi  ekonomi,"  pungkasnya.  Sementara  itu,  Kepala
              BPJamsostek  Cabang  NTB,  Adventus  Edison  Souhuwat  mengatakan  terdapat  sekitar  51.200
              karyawan perusahaan di Provinsi NTB yang berpotensi mendapatkan bantuan pemerintah selama
              empat bulan unt uk penanganan dampak Covid-19 ini.

              "Kami sampai saat ini masih mengumpulkan data nomer rekening seluruh pekerja yang tercatat
              di  sistem  kami,"  katanya.  Ia  juga  menghimbau  kepada  seluruh  pemberi  kerja  secara  aktif
              menghubungi petugas BPJAMSOSTEK untuk memberikan data-data nomer rekening para tenaga
              kerjanya, (bui/*)

                                                           603
   599   600   601   602   603   604   605   606   607   608   609