Page 576 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 AGUSTUS 2020
P. 576

Dampak Paling Kecil  Upaya lain harus diambil pemerintah untuk mengurangi dampak pandemi
              Covid-19 terhadap penambahan pengangguran. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor
              yang dapat menerapkan protokol kesehatan relatif lebih mudah dibandingkan sektor industri
              maupun pariwisata. Selain itu elastisitas permintaan terhadap produksi pertanian relatif lebih
              rendah karena dalam kondisi apapun masyarakat tetap harus makan.

              Sementara itu restriksi sosial dan perdagangan internasional akan menekan permintaan terhadap
              sektor  industri  maupun  pariwisata.  SDGs  Center  Universitas  Padjadjaran  memprediksi  sektor
              pariwisata dan industri manufaktur akan terkena dampak parah akibat pandemi Covid-19. Hal
              tersebut terkonfirmasi melalui rilis BPS mengenai pertumbuhan ekonomi Triwulan I di wilayah
              Bali dan Nusa Tenggara yang mengalami kontraksi perekonomian hampir 7 persen dibandingkan
              triwulan sebelumnya.

              Dalam analisisnya lebih jauh dijelaskan bahwa daerah basis industri seperti Banten, DKI Jakarta,
              dan Jawa Barat akan terdampak cukup besar. Sementara sektor pertanian akan terkena dampak
              paling  kecil  dibandingkan  sektor  lain.  Krisis  moneter  1998  telah  membuktikan  bahwa  sektor
              pertanian  mampu  menjadi  sektor  penyangga  untuk  menampung  kembali  tenaga  kerja  yang
              kehilangan pekerjaan.

              Hal tersebut dapat menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk mempersiapkan kemungkinan krisis
              yang sudah di depan mata. Apalagi Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi pertumbuhan
              ekonomi pada Triwulan II berkisar -5,1 hingga -3,5 persen dengan nilai tengah -4,3 persen.
              Jatuh lebih dalam dibandingkan prediksi sebelumnya yaitu minus 3,8 persen.

              Kondisi tersebut diperparah dengan kenyataan bahwa perekonomian Singapura sebagai salah
              satu mitra dagang strategis sudah 2 triwulan mengalami kontraksi. Selain itu, belum stabilnya
              hubungan  AS-Tiongkok  menambah  ketidakpastian  perekonomian  global  di  tengah  pandemi
              Covid-19.  Dengan  situasi  perekonomian  global  yang  serba  tidak  menentu,  sudah  saatnya
              pemerintah  mengembalikan  petani  menjadi  profesi  yang  diminati  oleh  para  pemuda  yang
              kehilangan pekerjaan di sektor industri manufaktur maupun pariwisata.

              Perekonomian Indonesia yang didominasi konsumsi rumah tangga menjamin keberlangsungan
              permintaan produksi pertanian yang berkelanjutan. Menurut hasil Survei Penduduk Antar Sensus
              (SUPAS) BPS, pada 2020 diperkirakan ada sekitar 269,6 juta jiwa penduduk Indonesia yang
              kebutuhan perutnya harus dipenuhi. Dengan terganggunya perdagangan internasional, impor
              bahan pangan diprediksi juga akan mengalami gangguan.

              Pengalaman  krisis  moneter  1998  meninggalkan  generasi  yang  mengalami    stunting    dan
              kekurangan nutrisi cukup parah. Dalam hal ini pemerintah harus menjamin ketersediaan pangan
              yang berkesinambungan dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

              Menurut data hasil Survei Pertanian Antar Sensus (SUTAS) 2018, sebesar 50 persen lebih petani
              utama di Indonesia berusia 45-64 tahun. Bahkan sekitar 13 persen berusia 65 tahun ke atas,
              sedangkan hanya sekitar 35 persen yang berusia kurang dari 45 tahun.

              Pelaku  sektor  pertanian  yang  didominasi  petani  usia  lanjut  membuat  penyerapan  teknologi
              sangat lambat. Hasilnya produktivitas petani cukup rendah dibandingkan negara lain. Sebagai
              contoh untuk tanaman padi di Indonesia hanya mampu menghasilkan sekitar 5,3 ton per hektar
              sedangkan petani Australia mampu menghasilkan 8,6 ton dan Jepang 6,5 Ton dengan ukuran
              lahan yang sama. Fakta tersebut menunjukkan sektor ini membutuhkan suntikan tenaga baru
              yang mampu menggerakkan perekonomian dengan lebih optimal.
              Kurang  Diminati    Salah  satu  fakta  yang  menjadikan  sektor  pertanian  kurang  diminati  oleh
              angkatan kerja muda karena sektor agraris sangat identik dengan pendapatan yang kecil dan
              kemiskinan. Hal tersebut tidak dapat dipungkiri, jika dilihat dari tren Nilai Tukar Petani (NTP)

                                                           575
   571   572   573   574   575   576   577   578   579   580   581