Page 577 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 AGUSTUS 2020
P. 577
setahun terakhir hanya berkisar 99 hingga 104 poin. Bahkan selama Mei-Juni NTP hanya sebesar
99 poin, artinya daya tukar hasil pertanian belum mampu memenuhi kebutuhan usaha pertanian
dan kebutuhan rumah tangga petani. Hal ini akibat turunnya harga hasil produksi pertanian lebih
besar dibandingkan penurunan harga kebutuhan rumah tangga maupun kebutuhan usaha
petani.
Selain itu, sejak 5 bulan terakhir, upah buruh tani selalu mengalami kenaikan baik secara riil
maupun nominal. Hal ini menjadikan ongkos produksi pertanian menjadi meningkat. Namun di
sisi lain, hal ini menjadi kabar baik dalam upaya peningkatan kesejahteraan buruh tani sebagai
salah satu pelaku sektor pertanian. Sehingga untuk menjaga tingkat kesejahteraan pelaku sektor
pertanian, yang harus dijaga pemerintah adalah harga hasil pertanian pada tingkat yang wajar.
Kebijakan pengendalian harga melalui impor harus lebih cermat terutama pada saat masa panen
hasil pertanian. Seringkali harga jual hasil pertanian terpukul karena kebijakan impor pemerintah
yang berbarengan dengan masa panen. Selain itu, kebijakan lain yang dapat dilakukan
pemerintah adalah perbaikan jalur distribusi hasil pertanian yang selama ini masih belum baik.
Kondisi tersebut mengakibatkan ketidakmerataan distribusi, hasil pertanian kerap kali
menumpuk di daerah sentra produksi sehingga harganya jatuh, sedangkan di daerah lain
mengalami kelangkaan sehingga harganya tinggi. Oleh karena itu, kebijakan stimulus pemulihan
perekonomian yang dilakukan pemerintah pada sektor industri manufaktur dan pariwisata
seharusnya juga menyentuh sektor pertanian.
Menjadi Prioritas Sektor pertanian sudah sepatutnya menjadi prioritas utama di tengah pandemi
yang belum juga menunjukkan perbaikan. Terlebih lagi, sektor pertanian menyumbang sekitar
12 persen pembentukan PDB. Sektor ini memiliki peran terbesar ketiga setelah sektor industri
manufaktur dan perdagangan.
Pada akhirnya pemulihan sektor pertanian tidak hanya akan mampu menampung tenaga kerja
dan pemulihan perekonomian, melainkan juga akan mampu menciptakan kestabilan geopolitik
nasional. Krisis perekonomian maupun krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah dapat
diminimalisasi melalui upaya penyediaan pangan sebagai salah satu instrumen geopolitik
nasional. Karena rakyat yang kelaparan akan menimbulkan ketidakstabilan politik, hukum, dan
keamanan negara.
(mmu/mmu) dampak pandemi phk akibat corona pertanian pemulihan ekonomi.
576

