Page 139 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MARET 2021
P. 139

Kedua, jika sektor produktif kembali menggeliat, masyarakat kembali mendapatkan penghasilan.
              Dengan begitu, daya beli mereka bisa kembali meningkat.
              "Jadi sekarang beda dengan tahun lalu yang ada subsidi gaji. Tahun ini lebih ke sektor produktif,"
              ucap Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 Hari ke-
              4, Selasa (9/3).

              Kemudian,  pemerintah  juga  fokus  mendorong  produksi  UMKM.  Hal  ini  sekaligus  untuk
              mendongkrak penjualan produk buatan lokal.

              "Sehingga bukan menaikkan konsumsi tapi juga pasokan UMKM itu sendri," jelas Airlangga.

              Sebelumnya, Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan Kunta Wibawa Dasa
              Nugraha mengatakan pemerintah fokus menyalurkan bantuan untuk 40 persen masyarakat kelas
              menengah  ke  bawah  di  masa  pandemi  covid-19  pada  2021.  Ini  menjadi  alasan  pemerintah
              berhenti menyalurkan BLT pekerja bergaji di bawah Rp5 juta.

              Menurut Kunta, target BLT subsidi gaji ini mereka yang memiliki penghasilan kurang dari Rp5
              juta  per  bulan  dan  terdaftar  di  BPJS  Ketenagakerjaan.  Hasil  evaluasi  menunjukkan  bahwa
              sebagian besar adalah kelompok menengah.

              "Meskipun ada juga yang masuk dalam bottom 40 persen, yang kelompok bottom 40 persen
              saat ini mendapatkan perlindungan sosial seperti 2020," kata Kunta.

              Bantuan perlindungan sosial yang diberikan untuk 40 persen masyarakat kelas menengah ke
              bawah, antara lain program keluarga harapan (PKH), kartu sembako, bantuan sosial tunai (BST),
              dan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa.

              Sebagai  informasi,  Kementerian  Ketenagakerjaan  menyalurkan  BLT  pekerja  sebesar  Rp29,41
              triliun per 31 Desember 2020. Angka itu setara 98,81 persen dari target yang sebesar Rp29,76
              triliun.

              Penyaluran BLT pekerja dilakukan dalam dua termin. Pada termin pertama, dana tersalurkan
              Rp14,71  triliun  dan  diberikan  kepada  12,26  juta  orang.  Lalu,  dana  yang  digelontorkan pada
              termin kedua sebesar Rp12,69 triliun dan diberikan kepada 12,24 juta orang.

































                                                           138
   134   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144