Page 141 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MARET 2021
P. 141
AIRLANGGA BEBERKAN ALASAN PROGRAM SUBSIDI GAJI TAK LANJUT TAHUN INI
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, program Bantuan
Subsidi Upah (BSU) tak dilanjutkan tahun ini, karena pemerintah lebih mendorong ke sektor
produktif untuk mendorong daya beli masyarakat.
"Di Jawa kita mendorong dengan perlindungan sosial, tapi pada tahun ini berbeda dengan tahun
lalu. Tahun lalu kita memang memberikan subsidi gaji, tapi tahun ini kita mendorong lebih ke
sektor produktif agar menggerakkan dua hal," ungkap Airlangga dalam Rapat Koordinasi
Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 Hari ke-4 pada Selasa (9/3).
Dia menjelaskan, dua hal tersebut, yakni mengurangi jumlah pengangguran, dan agar orang-
orang yang bekerja dapat menggunakan uangnya untuk meningkatkan daya beli. "Jadi program
padat karya itu didorong, apakah itu pertanian, infrastruktur. Sehingga ini akan mendorong plus
kita dorong untuk menarik produksi UMKM bangga buatan dalam negeri," imbuhnya.
"Oleh karena itu, konteks bapak presiden mendorong agar bangga buatan dan membeli produk
Indonesia untuk terus didorong, sehingga tidak hanya meningkatkan konsumsi tapi juga
mendorong sisi suplai dari UMKM," sambungnya.
Fokus Kartu Prakerja Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan program Bantuan
Subsidi Upah (BSU) atau bantuan gaji tidak dilanjutkan di 2021. Sebab, pemerintah katanya akan
fokus melanjutkan program Kartu Prakerja dengan alokasi anggaran sebesar Rp20 triliun.
"Iya, subsidi upah sampai sekarang memang di anggaran 2021 tidak dialokasikan. Karena kita
konsentrasi pada program Kartu Prakerja. Jadi program Kartu Prakerja masih diteruskan," kata
Menaker saat mengunjungi Kampoeng Djamoe Organik Martha Tilaar di Cikarang, Bekasi, Jawa
Barat, Rabu (3/2).
Menaker menegaskan dalam program Kartu Prakerja tidak hanya untuk peningkatan kompetensi
tapi juga ada insentif penerima program. Maka dari itu pemerintah tidak lagi menggunakan
skema subsidi upah dalam menggelontorkan bantuan untuk pekerja yang terdampak covid-19.
"Kita tidak menggunakan skema subsidi upah, tapi program Kartu Prakerja yang di situ ada
insentifnya tetap dilanjutkan, alokasinya cukup besar Rp20 triliun," katanya.
Reporter: Andina Librianty Sumber: Liputan6.com [azz].
140

