Page 22 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MARET 2021
P. 22
usaha di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, senilai Rp 1.920.000.000. Tim Kejari sudah
mengamankan sisa uang tunai sebesar Rp 470 juta dari rumah seseorang berinisial AM (26),
warga Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Selasa (9/3/2021).
Dari rumah tersebut tim juga mengamankan 38 stempel atas nama kelompok usaha, buku
rekening tabungan dan satu unit komputer.
"Belum ada tersangka, baru saksi semua. Setelah alat bukti cukup, kami ekspose, kami tentukan
siapa yang bertanggungjawab," Kajari Purwokerto Sunarwan, Selasa malam.
Sunarwan mengatakan hingga saat ini telah memeriksa sedikitnya tujuh orang saksi. Sebanyak
lima orang berasal dari kelompok usaha dan dua orang, masing-masing berinisial AM dan MT
(37) yang diduga berperan dalam penyaluran dana tersebut.
"Bantuan dari Kemenaker ini untuk pemberdayaan masyarakat akibat Covid-19 untuk mendirikan
usaha mandiri, tapi pada praktiknya semua uang diambil oleh orang berinisial AM," ujar
Sunarwan.
Mekanisme pencairan dana tersebut dari Kemenaker langsung ke rekening atas nama kelompok.
Namun setelah ketua kelompok usaha mencairkan uang di bank, ternyata langsung ditampung
seluruhnya oleh AM.
"Di Banyumas total tercatat ada 48 kelompok usaha penerima bantuan yang masing-masing
beranggotakan 20 orang. Setiap kelompok semestinya menerima anggaran sebesar Rp 40 juta,"
kata Sunarwan. Sunarwan menduga, 48 kelompok usaha yang baru didirikan tersebut fiktif.
Pasalnya berdasarkan hasil sampling di lapangan pada beberapa kelompok usaha yang tersebar
di beberapa kecamatan tidak ada kegiatan sama sekali.
"Sesuai dengan perjanjian kerja sama antara kelompok usaha dan pejabat pembuat komitmen
(PPK) Direktorat Pengembangan dan Perluasan Kesempatan Kerja anggaran tersebut untuk
program seperti kebun ketela, bibit durian, macam-macam, semua berbeda-beda," ujar
Sunarwan.
21

