Page 17 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MARET 2021
P. 17

Dengan bantuan peralatan dari pemerintah, tenaga kerja berasal dari anak-anak sekolah, yang
              bukannya dibayar melainkan membayar dan subsidi listrikuntuk sekolah. Hasil produk anak-anak
              ini, pasti bisa bersaing dengan produkyang diimpor dari Cina.

              Satu di antara sekolah itu memikirkan aplikasi marketplace-nya Keuntungan bagi UM KM atau
              ramah tangga yang membeli misalnya berapa jaminan perbaikan kerusakan yang selama ini sulit
              didapat bila membeli dari marketplace, yang berasal dari Cina.

              Kerusakan akan dikembalikan ke sekolah untuk dipelajari lagi. Sekolah-sekolah vokasi produksi
              adalah pusat pengembangan dan konsultasi UMKM.

              Visi UMKM

              Kenyataan bahwa 60 persen anak kita sekarang, mengambil sekolah vokasi dan 70 persen dari
              anak-anak ini dididik di sekolah swasta. Mau tidak mau harus diberikan perhatian kepada sekolah
              swasta.

              Masyarakat banyak mewakafkan tanah terutama karena dorongan agama, tetapi wakaf tunai
              untuk menopang operasional sekolah bisa dikatakan tidak ada.

              Pemerintah tidak perlu memperbanyak sekolah negeri yang bersifat trade off dengan sekolah
              swasta. Setiap satu sekolah negeri ditambahkan maka dua sekolah swasta di sekitarnya akan
              merosot, tetapi tidak tutup. Kualitas anak bangsa secara umum akan merosot.

              Kamitraan  adalah  cara  terbaik,  program  penambahan  sekolah  dan  perbaikan  kualitas  dari
              pemerintah dikerjasamakan dengan kegiatan wakaf di masyarakat Hal ini juga penting untuk visi
              inklusivitas.

              Setelah  60  persen  anak-anak  ldta  ke  SM  K,  kenyataannya  mereka  menganggur  dan  angka
              pengangguran SMK meningkat. Ini disebabkan kesalahan orientasi anak SMK kita ke industri
              besar. Struktur industri kita 99,9 persen UMKM dan cakupan ketenagakerjaannya 97 persen.

              Kurikulum  kita  sangat  cenderung  kepada  industri  besar  atau  menengah  besar,  dengan
              spesialisasi dan pembagian kerja. Akuntansi dan keuangan, misalnya, dirancang dioperasikan
              oleh beberapa staf, yang menjadi tidak efisien untuk UMKM.

              Fungsi  check  and  balance  tidak  bisa  dilakukan,  padahal  karakter  terutama  kepercayaan  dan
              kejujuran merupakan unsur penting dalam ketenagakerjaan, yang menangani UMKM.

              Karena itu, visi sekolah vokasi yang tepat bukanlah untuk menyiapkan diri bila diterima di industri
              menengah atau besar, yang umumnya mempunyai lembaga pelatihan yang baik. Sebaliknya,
              lebih baik, secara umum diarahkan untuk membantu dalam memodernisasi UMKM.






















                                                           16
   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22