Page 12 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MARET 2021
P. 12
ADA 9 JUTA PEKERJA MIGRAN INDONESIA DI LUAR NEGERI, 7 NEGARA INI
MENDOMINASI TUJUAN
Ada 9 Juta Pekerja Migran Indonesia di Luar Negeri, 7 Negara Ini Mendominasi Tujuan Michelle
Natalia Rabu, 10 Maret 2021 - 04:45 WIB
Jumlah PMI (Pekerja Migran Indonesia) sendiri, merujuk pada hasil laporan dari World Bank
tahun 2017, diperkirakan ada 9 juta PMI di luar negeri. Baik yang berangkat secara prosedural
maupun non prosedural. Foto/Dok JAKARTA - Jumlah PMI ( Pekerja Migran Indonesia ) sendiri,
merujuk pada hasil laporan dari World Bank tahun 2017, diperkirakan ada 9 juta PMI di luar
negeri. Baik yang berangkat secara prosedural maupun non prosedural.
"Berdasarkan data penempatan Pekerja Migran Indonesia, penempatan terbanyak ada di
Malaysia, Taiwan, Hong Kong, Singapura, Arab Saudi, Brunei Darussalam, dan Korea Selatan,"
kata Direktur Pembinaan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PTKLN)
Kementerian Ketengakerjaan, Eva Trisiana.
Lebih lanjut, dalam upaya penguatan pelindungan bagi PMI dan pencegahan penempatan PMI
secara nonprosedural, Kemnaker telah melakukan sejumlah langkah. Berbagai upaya yang
dilakukannya yaitu penguatan kebijakan melalui regulasi; penguatan tata kelola melalui
penguatan kelembagaan, juga termasuk penguatan Satgas Pelindungan PMI.
Penguatan kerja sama luar negeri; penguatan Atase Ketenagakerjaan; penguatan sinergitas
tugas dan tanggung jawab pemerintah di semua tingkatan; pengembangan pusat layanan bagi
CPMI/PMI dan anggota keluarganya; dan penguatan kerja sama antar lembaga.
Kemnaker juga melakukan upaya deteksi dan pencegahan dini (Early Warning) PMI
nonprosedural sebelum CPMI diberangkatkan ke negara penempatan. Hal ini dilakukan melalui
penyiapan SDM dan peningkatan kualitas CPMI dengan menyediakan dan memfasilitasi pelatihan
CPMI melalui pelatihan vokasi; dan penguatan tata kelola terkait pemanfaatan teknologi
informasi dalam menyediakan layanan bagi stakeholder yang terlibat dalam rantai proses ini.
Merebaknya pandemi COVID-19 di berbagai negara, termasuk di negara-negara tujuan
penempatan pekerja migran Indonesia, berpengaruh pada menurunnya jumlah penempatan PMI
di luar negeri. Eva Trisiana, mengutarakan bahwa pada 2020, penempatan PMI hanya sebesar
113.173 orang atau menurun sekitar 40,8% dari jumlah penempatan pada 2019.
"Penempatan PMI wajib dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Terkait hal
ini, Kemnaker telah mengeluarkan Pedoman Pelaksanaan Penempatan pada Masa Adaptasi
Kebiasaan Baru. Kita utamakan pelindungan PMI yang bekerja di luar negeri," terang Eva.
Eva menjelaskan, selama pandemi COVID-19, pertimbangan dalam proses penempatan tidak
hanya berdasarkan keputusan pemerintah, tetapi juga memperhatikan terbukanya akses masuk
dari negara penempatan. Penempatan PMI memperhatikan dan mempertimbangkan kebijakan
negara tujuan penempatan dan otoritas setempat, yang memperbolehkan masuknya tenaga
kerja asing dengan menerapkan protokol kesehatan.
"Hal ini dilakukan untuk memastikan adanya pelindungan dan jaminan kesehatan bagi para PMI
yang bekerja di negara-negara tujuan penempatan," katanya.
11

