Page 15 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MARET 2021
P. 15

Judul               Politik Ekonomi Sekolah Vokasi
                Nama Media          Republika
                Newstrend           Pendidikan Vokasi
                Halaman/URL         Pg5
                Jurnalis            Opini
                Tanggal             2021-03-10 05:31:00
                Ukuran              318x226mmk
                Warna               Hitam/Putih
                AD Value            Rp 238.500.000

                News Value          Rp 715.500.000
                Kategori            Ditjen Binalattas
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Positif


              Ringkasan

              BAMBANG SETI AJI, Guru Besar Ekonomi Ketenagakerjaan dan Anggota BSNP Struktur industri
              kita 99,9 persen UMKM dan cakupan ketenagakerjaannya 97 persen. Mengaitkan sekolah dan
              ekonomi, dalam arti sempit dunia industri, merupakan obsesi sejak lama. Kebijakan litik and
              match  dipopulerkan  pertama  kali  oleh  Wardiman  Djojonegoro,  menteri  pendidikan  dan
              kebudayaan Indonesia tahun 1993 hingga 1998.



              POLITIK EKONOMI SEKOLAH VOKASI

              BAMBANG SETI AJI, Guru Besar Ekonomi Ketenagakerjaan dan Anggota BSNP Struktur industri
              kita 99,9 persen UMKM dan cakupan ketenagakerjaannya 97 persen.

              Mengaitkan  sekolah  dan  ekonomi,  dalam  arti  sempit  dunia  industri,  merupakan  obsesi  sejak
              lama. Kebijakan litik and match dipopulerkan pertama kali oleh Wardiman Djojonegoro, menteri
              pendidikan dan kebudayaan Indonesia tahun 1993 hingga 1998.

              Tujuannya adalah mendekatkan kurikulum dan capaian pendidikan, baik dalam pengetahuan,
              keterampilan, maupun sikap kepada kebutuhan dunia industri. Untuk itu, sejakawal penyusunan
              kurikulum  dunia  industri  dilibatkan  untuk  memberikan  arahan.  Beberapa  perusahaan  besar
              bersedia  memberikan  bantuan  produk-produknya,  untuk  kegiatan  bengkel  sekolah-sekolah
              vokasi. Bantuan tersebut saling menguntungkan.
              Sekolah akan memperoleh bantuan laboratorium dan perbengkelan serta industri memperoleh
              sumber  tenaga  kerja  bagi  kebutuhan  langsungnya  dan  sumber  after  sale  service.  dengan
              merebaknya  bengkel-bengkel  servis  bahkan  sampai  di  pedasaan.  Ketersediaan  ini  akan
              meningkatkan penjualan. Masyarakat akan memilih merek yang di sekitarnya terdapat layanan
              servis.

              Pada  periode  Menteri  Pendidikan  Bam-bang  Sudibyo,  2004  sampai  2009,  sekolah  vokasi
              memperoleh perhatian dengan upaya membalik persentase yang pada waktu itu, 70 sekolah
              menengah atas umum dan 30 sekolah menengah kejuruan.






                                                           14
   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20