Page 9 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MARET 2021
P. 9

Hal  tersebut  diungkapkan  Kepala  Bidang  Kepesertaan  Korporasi  dan  Institusi  Cabang  BPJS
              Ketenagakerjaan Semarang Pemuda, Agus Suyono, dalam media gathering, baru-baru ini. Dia
              menyebut,  memasuki  Desember  2020  kepesertaan  untuk  TK  PU  perlahan-lahan  mengalami
              peningkatan.

              ''Kami mencatat, kepesertaan kategori TK PU di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Semarang
              Pemuda pada Januari 2020 lalu tercatat sebanyak 262.190peserta. Kemudian pada Juni 2020
              turun menjadi 253.995 peserta. Lalu pada Desember 2020 mulai meningkat kembali menjadi
              259.995 peserta," sebut Agus.

              Dia menjelaskan penurunan TK PU di awal masa pandemi, didominasi para pekerja yang memilih
              untuk  berpindah  kerja.  Agus  menyebutkan,  biasanya  mereka  berpindah  keija  karena  lebih
              tertarik dengan jam kerja atau gaji yang ditawarkan.

              Sektor Garmen

              Kemudian untuk peningkatan kepesertaan baru-bau ini didominasi para peserta yang bekerja di
              sektor garmen. 'Adapun di Januari 2021 kepesertaan kategori TK PU sempat sebanyak 259.575
              peserta. Terakhir, data pada Februari 2021 sebanyak 261.793 peserta," imbuh Agus.

              Selain  mencatatkan  peningkatan  jumlah  kepesertaan,  setahun  masa  pandemi  ini  BPJS
              Ketenagakerjaan mencatatkan peningkatan peserta yang menggunakan layanan secara online.
              Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda, Teguh Wiyono di kesempatan yang
              sama menyebut, selain online pihaknya juga tetap menjalankan layanan onside di kantor, untuk
              klaim Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan
              Jaminan Pensiun (JP).

              Selama pandemi memang kami memberikan inovasi layanan secara online yakni melalui Layanan
              Tanpa Kontak Frsik (Lapak Asik) yang dapat diakses kapanpun dan dimana pun. Hal ini diminati
              peserta dengan catatan dalam sehari sekira 120 hingga 125 peserta menggunakan Lapak Asile
              Sementara yang ke kantor tetap ada sekitar 40 peserta setiap harinya," jelas Teguh.

              Ke depan pihaknya akan mendorong peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk lebih memanfaatkan
              pelayanan online. Hal ini diharapkan dapat membantu pemerintah mencegah penularan virus
              Covid-19 dengan meminimalisasi adanya kerumunan.
              ''BPJS Ketenagakerjaan nantinya akan menghadirkan layanan fidl digital. Rencana ini sedang
              dipersiapkanolehkantorpusat. Sehingga diharapkan dengan adanya inovasi layanan ini, dapat
              memudahkan  peserta  dalam  mengajukan  klaim  Mudah-mudahan  layanan  ini  segera  ter-
              implementasi," harap Teguh, (mam-30)
























                                                            8
   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14