Page 4 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MARET 2021
P. 4

2020, penempatan PMI hanya 113.173 orang, turun sekitar 40,8% dari jumlah penempatan pada
              2019.
              Di tengah pandemi Covid-19, Direktur Pembinaan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja
              Luar Negeri (PTKLN) Kementerian Ketengakerjaan Eva Trisiana memastikan penempatan PMI
              wajib dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

              "Penempatan PMI wajib dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Terkait hal
              ini,  Kemenaker  telah  mengeluarkan  Pedoman  Pelaksanaan  Penempatan  pada  Masa  Adaptasi
              Kebiasaan Baru. Kita utamakan pelindungan PMI yang bekerja di luar negeri," kata Eva dalam
              keterangan tertulis, Selasa (9/3).

              Eva  menjelaskan,  selama  pandemi  Covid-19,  terdapat  beberapa  pertimbangan  dalam  proses
              penempatan. Pertimbangan tersebut tak hanya berdasarkan keputusan pemerintah, tetapi juga
              memperhatikan terbukanya akses masuk dari negara penempatan.

              Dia mengatakan, penempatan PMI memperhatikan dan mempertimbangkan kebijakan negara
              tujuan penempatan dan otoritas setempat, yang memperbolehkan masuknya tenaga kerja asing
              dengan menerapkan protokol kesehatan.

              "Hal ini dilakukan untuk memastikan adanya pelindungan dan jaminan kesehatan bagi para PMI
              yang bekerja di negara-negara tujuan penempatan," terang Eva.

              Mengutip hasil laporan dari World Bank tahun 2017, diperkirakan ada 9 juta PMI di luar negeri,
              baik yang berangkat secara prosedural maupun non prosedural.

              "Berdasarkan  data  penempatan  Pekerja  Migran  Indonesia,  penempatan  terbanyak  ada  di
              Malaysia, Taiwan, Hong Kong, Singapura, Arab Saudi, Brunei Darussalam, dan Korea Selatan,"
              jelas Eva.
              Sebagai  upaya  penguatan  pelindungan  bagi  PMI  dan  pencegahan  penempatan  PMI  secara
              nonprosedural, Eva mengungap beberapa langkah yang diambil Kemenaker.

              Berbagai upaya yang dilakukannya yaitu penguatan kebijakan melalui regulasi, penguatan tata
              kelola  melalui  penguatan  kelembagaan  juga  penguatan  Satgas  Pelindungan  PMI,  penguatan
              kerja  sama  luar  negeri  penguatan  Atase  Ketenagakerjaan,  penguatan  sinergitas  tugas  dan
              tanggungjawab pemerintah di semua tingkatan, pengembangan pusat layanan bagi CPMI/PMI
              dan anggota keluarganya, dan penguatan kerja sama antar lembaga.
              Kemenaker  juga  melakukan  upaya  deteksi  dan  pencegahan  dini  (Early  Warning)  PMI
              nonprosedural sebelum CPMI diberangkatkan ke negara penempatan. Hal ini dilakukan melalui
              penyiapan SDM dan peningkatan kualitas CPMI dengan menyediakan dan memfasilitasi pelatihan
              CPMI  melalui  pelatihan  vokasi;  dan  penguatan  tata  kelola  terkait  pemanfaatan  teknologi
              informasi dalam menyediakan layanan bagi yang terlibat dalam rantai proses ini.
















                                                            3
   1   2   3   4   5   6   7   8   9