Page 64 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MARET 2021
P. 64

Waktu  Tertentu  (PKWT)  maupun  Perjanjian  Kerja  Waktu  Tidak  Tertentu  (PKWTT)  berhak
              mendapatkan hak JKP.
              "Kemarin ada isu PKWT tidak [mendapat hk JKP]. Bukan begitu, jadi proses itu berjalan terus.
              JKP  ini  juga  dapat  menjadi  hak  PKWT  maupun  PKWTT.  Jadi  pekerja  dengan  semua  bentuk
              perjanjian  kerja  itu  mendapatkan  hak  JKP  ini,"  ujar  Direktur  Jaminan  Sosial  Tenaga  Kerja
              Kemnaker Retno Pratiwi dalam diskusi Membedah Asuransi Pengangguran di Masa Marak PHK,
              Selasa (9/3).

              Dia juga mengatakan, yang menjadi peserta JKP adalah pekerja yang belum berusia 54 tahun.

              Lebih  lanjut,  Retno  menjelaskan,  pekerja  yang  telah  diikutsertakan  oleh  pengusaha  dalam
              program jaminan sosial dan patuh akan serta merta menjadi peserta JKP. Sehingga pemberi
              kerja tidak perlu lagi mendaftarkan karyawannya untuk masuk dalam program ini.

              Program jaminan sosial yang dimaksud sesuai dengan penahapan kepesertaan dalam Peraturan
              Presiden  nomor  109  tahun  2013.  Dimana  untuk  usaha  besar  dan  usaha  menengah,
              diikutsertakan dalam program JKN, JKK, JHT, JP dan JKM. Sementara untuk usaha kecil dan
              mikro diikutsertakan sekurang-kurangnya pada program JKN, JKK, JHT dan JKM.

              Akan tetapi, pekerja yang baru perlu didaftarkan oleh pengusaha dalam jaminan sosial supaya
              bisa mendapatkan manfaat JKP.

              Mengingat yang melakukan pendaftaran adalah pemberi kerja, Retno pun meminta agar pemberi
              kerja mematuhi peraturan supaya pekerja tidak kehilangan manfaat dari JKP.

              "Maka  bapak  ibu  sekalian,  pemberi  kerja  supaya  hati-hati  dan  supaya  patuh  untuk  menaati
              ketentuan-ketentuan agar pekerja atau peserta tidak berkurang haknya," ujarnya.

              Nantinya, pekerja yang terkena PHK akan mendapatkan berupa uang tunai sebesar 45% dari
              upah untuk 3 bulan pertama, 25% dari upah untuk 3 bulan berikutnya. Dasar perhitungan upah
              ini adalah upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan, dimana batas atas upah sebesar
              Rp 5 juta.

              Tak  hanya  manfaat  uang  tunai,  ada  pula  manfaat  lain  berupa  akses  informasi  pasar  kerja
              dan/atau  bimbingan  jabatan  serta  pelatihan  kerja  berbasis  kompetensi  yang  dilakukan  oleh
              lembaga pelatihan kerja milik pemerintah, swasta atau perusahaan.

              Pihak yang berhak menerima manfaat JKP ini adalah pekerja yang mengalami PHK yang sesuai
              dengan UU Cipta Kerja, yang berkeinginan untuk bekerja kembali, dan memiliki masa iur paling
              sedikit 12 bulan dalam 24 bulan, membayar iuran 6 bulan berturut-turut sebelum terjadi PHK.























                                                           63
   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69