Page 84 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MARET 2021
P. 84

Dia mengatakan pembiayaan program JKP berasal dari pemerintah pusat yang mengiur sebesar
              0,22 persen dan rekomposisi iuran program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar 0,14 persen
              dan Jaminan Kematian (JKM) sebesar 0,10 persen.

              "Artinya  pemberi  kerja  tidak  ada  tambahan  biaya  di  sini,  karena  kami  akan  melakukan
              rekomposisi sebesar 0,24 persen, kami alokasikan ke JPK dari dua program dari JKK dan JKP,"
              ujarnya.

              Dia  mengatakan  pekerja  yang  terkena  PHK  akan  mendapatkan  manfaat  berupa  uang  tunai
              sebesar 45 persen dari upah untuk tiga bulan pertama dan 25 persen dari upah untuk tiga bulan
              berikutnya.

              Sebelumnya Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi meneken Peraturan Pemerintah Nomor 37
              Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan. PP ini merupakan
              aturan turunan dari UU Cipta Kerja.

              Dalam Pasal 1 PP ini disebutkan, JKP adalah jaminan sosial yang diberikan kepada pekerja/buruh
              yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) berupa manfaat uang tunai, akses informasi
              pasar kerja, dan pelatihan kerja. Pasal 2 mengatur bahwa pengusaha wajib mengikutsertakan
              pekerja/buruh sebagai peserta dalam program JKP.

              Dasar perhitungan upah ini adalah upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan, di mana
              batas atas upah sebesar Rp 5 juta.

              "Jadi  bapak  ibu  sekalian,  bukan  berarti  dia  kalau  gajinya  di  atas  Rp  5  juta  tidak  akan
              mendapatkan  manfaat. Jadi  kalau dia  itu  lebih dari  Rp  5  juta,  maka iurannya  akan  dihitung
              sampai Rp 5 juta," kata dia.

              Retno menuturkan yang berhak menerima manfaat JKP merupakan pekerja yang mengalami
              PHK sesuai dengan UU Cipta Kerja, yang berkeinginan untuk bekerja kembali, dan memiliki masa
              iur  paling  sedikit  12 bulan  dalam  24  bulan,  membayar  iuran  6 bulan  berturut-turut  sebelum
              terjadi PHK .

              Namun, menurut Kemnaker, peserta akan dikecualikan untuk alasan PHK karena mengundurkan
              diri, cacat total tetap, pensiun, atau meninggal dunia.

































                                                           83
   79   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89