Page 88 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MARET 2021
P. 88

Status kepesertaan JKP akan dimiliki secara otomatis bagi mereka yang telah menjadi peserta
              jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
              Bagi  usaha  yang  masuk  kategori  besar  dan  menengah  pekerjanya  harus  telah  ikut  dalam
              program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua
              (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kematian (JKM).

              Sementara untuk usaha kecil dan mikro harus diikutsertakan minimal dalam program JKN, JKK,
              JHT dan JKM.

              Untuk pekerja yang baru memasuki dunia kerja, perusahaan wajib mendaftarkan ke program
              jaminan sosial itu sebelum dapat menjadi pemanfaat JKP.

              Manfaat bantuan tunai selama enam bulan, informasi pasar kerja dan pelatihan kerja itu juga
              dapat diterima jika peserta memenuhi beberapa syarat yaitu mengalami pemutusan hubungan
              kerja (PHK) yang sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Cipta Kerja.

              "Di  UU  Cipta  Kerja ketika  melakukan  pemutusan  hubungan  kerja  maka pemberi  kerja  harus
              menyampaikan terlebih dahulu kepada pekerja bahwa akan melakukan PHK," tegas Retno.

              Selain itu untuk mendapatkan JKP maka peserta harus memastikan keinginan untuk bekerja
              kembali, memiliki masa iur paling sedikit 12 bulan dalam 24 bulan, serta membayar iuran enam
              bulan berturut-turut sebelum terjadi PHK.

              Hak atas JKP akan hilang ketika tidak mengajukan permohonan klaim selama tiga bulan sejak
              terjadi PHK, telah mendapatkan pekerjaan atau meninggal dunia. JKP juga tidak bisa diterima
              mereka yang mengundurkan diri.











































                                                           87
   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93