Page 401 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 9 NOVEMBER 2020
P. 401

PENGANGGURAN TEMBUS 9,7 JUTA ORANG, KARTU PRAKERJA PERLU
              DIPERBANYAK

              Indonesia mengalami. Pertumbuhan ekonomi mencapai minus 3,49 persen di kuartal III, setelah
              di kuartal sebelumnya minus 5,32 persen. Selain resesi, pandemi COVID-19 juga menambah
              jumlah secara nasional menjadi 9,7 juta orang per Agustus 2020. Ini merupakan yang tertinggi
              sejak 2008. Bahkan angka pengangguran tersebut lebih besar dari resesi yang terjadi pada 1998
              yang sebanyak 5,04 juta orang.

              Ekonom  PT  Bank  Central  Asia  Tbk,  David  Sumual,  mengatakan  bahwa  pemerintah  perlu
              melakukan upaya dengan instrumen fiskal untuk menekan angka pengangguran. Salah satunya
              dengan memperbanyak jumlah penerima Kartu.

              "Kartu Prakerja kan persoalannya selalu di data. Tapi Kartu Prakerja sama upahnya yang didapat
              mungkin bisa ditambah, ditambah Rp 1 juta per orang atau berapa juga bisa," ujar David kepada,
              Jumat (6/11).


              Selain itu, Kartu Prakerja juga bisa mendorong konsumsi rumah tangga yang masih terkontraksi
              4,04 persen di kuartal III. Sebelumnya di kuartal II konsumsi masyarakat juga masih minus 5,52
              persen.

              Namun  untuk  mengatasi  tingginya  jumlah  pengangguran  tersebut,  David  melanjutkan,
              pemerintah perlu mengoptimalkan program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Perlindungan
              sosial seperti bansos juga bisa menjadi penyelamat.


              "Salah satunya untuk menutup output gap ini memang jalan satu-satunya dari PEN. Optimalisasi
              PEN itu," jelas dia.

              David juga mengatakan, bantuan sosial lebih baik diarahkan ke tunai agar eksekusinya bisa lebih
              cepat mendorong konsumsi. "Yang paling besar kan bansos, tapi mungkin bisa beralih ke tunai.
              Itu mungkin lebih cepat," tambahnya.


              Hingga akhir Oktober 2020, insentif Kartu Prakerja telah tersalurkan senilai Rp 5,7 triliun pada
              4,9 juta peserta. Setiap peserta Kartu Prakerja akan memperoleh dana bantuan senilai total Rp
              3,55 juta. Bantuan itu terdiri atas biaya pelatihan senilai Rp 1 juta, insentif senilai Rp 2,4 juta
              yang dibayarkan Rp 600.000 per bulan selama empat bulan, serta insentif Rp 150.000 setelah
              mengisi survei.

              Adapun tingkat pengangguran terbuka di Indonesia mengalami kenaikan, dari 5,23 persen di
              Agustus 2019 menjadi 7,07 persen di Agustus 2020.


              Tingkat pengangguran terbuka itu terjadi karena adanya kenaikan jumlah angkatan kerja 2,36
              juta orang menjadi 138,22 juta orang per Agustus 2020. Namun demikian, dari jumlah ini hanya
              128,45 juta orang yang bekerja atau turun 310 ribu orang.

              Jika dirinci lebih lanjut dari jumlah orang yang bekerja tersebut, sebanyak 82,02 juta orang
              merupakan pekerja penuh. Angka ini turun 9,46 juta orang.


              Selanjutnya  pekerja  paruh  waktu  berjumlah  33,34  juta  orang  atau  naik  4,32  juta  orang.
              Sedangkan setengah penganggur berjumlah 13,09 juta orang atau naik 4,83 juta orang.

                                                           400
   396   397   398   399   400   401   402   403   404   405   406