Page 483 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 AGUSTUS 2021
P. 483

KEPALA BP2MI : KUR DAN KTA DARI BNI BEBASKAN BIAYA PENEMPATAN PMI

              Badan  Pelindungan  Pekerja  Migran  Indonesia  (BP2MI)  dengan  bangga  meluncurkan
              pembebasan biaya penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Kredit Usaha Rakyat
              (KUR) dan Kredit Tanpa Agunan (KTA) melalui Bank Negara Indonesia (BNI), di Menara BNI,
              Jakarta Pusat, Kamis 12 Agustus 2021.

              Kepala BP2MI, Benny Rhamdani menyatakan, peluncuran ini sebagai peresmian pelaksanaan
              Peraturan BP2MI Nomor 09 Tahun 2020 tentang Pembebasan Biaya Penempatan Pekerja Migran
              Indonesia (PMI).

              Benny mengingatkan, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan PMI Pasal
              30, tercantum mandat PMI tidak dapat dibebani oleh biaya penempatan. Hal tersebut dimaknai
              oleh Benny bahwa seluruh PMI berhak atas keistimewaan tersebut, namun negara belum mampu
              menanggung biaya sebesar Rp 8,7 triliun setiap tahunnya untuk modal bekerja sejumlah 270
              ribu PMI.
              “PMI  menjual  harta  benda  milik  keluarga  atau  meminjam  uang  ke  rentenir.  Hal  ini  secara
              sistematis  tentu  akan  memiskinkan  para  PMI.  Mereka  yang  memiliki  harapan  besar  di  awal
              bekerja di luar negeri dan kembali ke Indonesia dengan mimpi menyejahterakan keluarganya,
              namun malah kembali tanpa memiliki apapun, bahkan mendapatkan tindakan eksploitasi,” ujar
              Benny.

              Karena itu, Benny membuat Peraturan BP2MI nomor 09 Tahun 2020 tentang Pembebasan Biaya
              Penempatan PMI. Sebelumnya, PMI meminjam uang dari rentenir dengan bunga sebesar 28,8
              persen untuk modal kerja ke negara penempatan. Banyak kesulitan yang mereka alami, seperti
              dikejar-kejar  oleh  penagih  hutang,  harus  tunduk  dengan  persyaratan  yang  liar,  dan  lain
              sebagainya.

              Dengan fasilitas KTA dan KUR dari BNI membuktikan negara hadir bagi para PMI. Melalui fasilitas
              tersebut,  pinjaman  akan  diberikan  di  awal  untuk  modal  bekerja  dan  proses  sebelum
              keberangkatan.  BNI  juga  hanya  memberikan  bunga  sebesar  11  persen.  “Jadi,  BP2MI  telah
              memangkas bunga 17,8 persen dari para rentenir. “Selamat tinggal pesta pora para rentenir.
              Selamat datang era baru di mana negara hadir dan memuliakan warganya, para PMI," ujarnya.
              Sebanyak 480 orang PMI telah mengajukan pinjaman ke UPT BP2MI di seluruh Indonesia.

              Peluncuran ini juga disambut baik oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir.
              “Saya memastikan bahwa BUMN dapat menjadi ekosistem yang baik untuk kerja sama ini. Kami
              selalu mendukung para PMI, misalnya dengan fasilitas jalur khusus di bandara dan lounge khusus
              PMI,” ujarnya, Erick berharap, PMI bisa mendapatkan penghidupan yang baik setelah tidak lagi
              menjadi PMI.

              Sambutan juga disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
              yang menyampaikan dukungannya melalui video. “PMI adalah pahlawan devisa yang selayaknya
              diperlakukan hormat oleh negara. Sudah saatnya modal bekerja PMI tidak lagi menjual harta
              benda milik keluarga atau meminjam uang ke rentenir yang akan menjerat masa depan mereka,”
              katanya

              Wakil Ketua Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena mendukung kinerja baik BP2MI. “Kita
              butuh kinerja BP2MI yang seperti ini. Di tengah keterbatasannya dengan anggaran terkecil, kami
              dapat melihat titik cerah bagi para PMI.,” ujarnya.

              Di akhir acara, empat orang PMI diminta untuk mempraktikkan cara bertransaksi menggunakan
              BNI, bagi menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC) dan melalui QR code di BNI Mobile
              Banking. Mereka mendapatkan pinjaman sebesar Rp 38 juta- Rp 40 juta untuk modal bekerja ke

                                                           482
   478   479   480   481   482   483   484   485   486   487   488