Page 488 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 AGUSTUS 2021
P. 488

Ida menjelaskan, perbedaan pertama terletak pada aspek kriteria calon penerima BSU. Tahun
              ini, penerima bantuan akan dipilih berdasarkan batasan gaji atau upah, wilayah, serta sektor
              pekerjaan yang terdampak pandemi Covid-19.

              Adapun sektor yang diutamakan untuk menerima BSU yaitu sektor industri barang konsumsi,
              transportasi, aneka industri, properti, real estate, perdagangan, dan jasa, kecuali jasa pendidikan
              dan kesehatan.

              "Sedangkan tahun lalu, batasan gaji atau upah penerima BSU maksimal sebesar Rp5 juta dan
              tidak ada pembatasan wilayah maupun sektor," kata Ida.

              Ida menambahkan, pekerja atau buruh yang mempunyai gaji atau upah paling besar Rp3,5 juta
              adalah penerima yanb berhak mendapatkan BSU 2021.

              Pekerja  yang bekerja di  wilayah  dengan  upah minimum  provinsi  (UMP)  atau  upah  minimum
              kabupaten  atau  kota  (UMK)  lebih  besar  dari  Rp3,5  juta  adalah  tipe  buruh  yang  diutamakan
              sebagai penerima BSU 2021.

              Ida mencontohkan, UMP Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta sebesar Rp4.416.185 dibulatkan
              menjadi  Rp4.500.000.  Begitu  juga  dengan  UMK  Karawang  yang  seharusnya  Rp4.798.312
              dibulatkan menjadi Rp4.800.000.

              "Adapun pada aspek batasan wilayah, pekerja atau buruh yang berhak mendapatkan BSU, yaitu
              pekerja yang bekerja di wilayah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3
              dan level 4," ucap Ida.

              "Hal ini ditetapkan pemerintah sebagaimana dalam Lampiran I Peraturan Menaker (Permenaker)
              16/2021," imbuhnya.

              Perbedaan kedua, besaran dana yang akan diterima pekerja atau buruh pada BSU 2021 sebesar
              Rp500.000 per bulan.

              BSU tahun ini akan disalurkan untuk dua bulan sekaligus yang totalnya mencapai sebesar Rp1
              juta.

              Ida memaparkan, perbedaan nominal yang disalurkan penerima BSU kali ini berbeda dengan
              tahun sebelumnya. BSU 2020 sebesar Rp600.000 per bulan, yang dibayarkan sekaligus selama
              empat bulan, sehingga totalnya mencapai Rp2,4 juta.

              Perbedaan  ketiga,  lanjut  Ida,  terletak  pada  skema  penyaluran,  khususnya  pada  rekening
              penerima BSU. Seluruh dana subsidi gaji tahun ini akan disalurkan melalui empat Bank HIMBARA,
              yakni bank Mandi, BRI, BNI, BTN.

              Sedangkan  tahun  lalu,  penyaluran  dana  BSU  menggunakan  rekening  pribadi  pekerja  atau
              penerima bantuan subsidi gaji.

              Ida  berharap,  penyaluran  BSU  tahun  ini  dapat  berjalan  lancar,  tepat  sasaran,  dan  mampu
              membantu pekerja atau buruh yang berkurang pendapatannya akibat pandemi Covid-19 serta
              PPKM.

              Selain itu, dia pun berharap, bantuan sosial yang diberikan pemerintah, termasuk subsidi gaji
              mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. (Penulis: Inang Jalaludin Shofihara/Editor:
              Mikhael Gewati)





                                                           487
   483   484   485   486   487   488   489   490   491   492   493