Page 491 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 AGUSTUS 2021
P. 491
Senada dengan Erick, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga
menyampaikan dukungannya melalui video. Airlangga mengatakan bantuan modal bekerja bagi
PMI akan meringankan beban mereka sehingga tidak perlu meminjam ke rentenir.
"PMI adalah pahlawan devisa yang sudah selayaknya diperlakukan hormat oleh negara. Sudah
saatnya untuk modal bekerja PMI tidak lagi menjual harta benda milik keluarga atau meminjam
uang ke rentenir yang akan menjerat masa depan mereka," katanya.
Hal serupa juga dikatakan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena. Emanuel
memuji kinerja baik BP2MI yang memberikan bantuan modal bekerja bagi para PMI.
"Kita butuh kinerja BP2MI yang seperti ini. Di tengah keterbatasannya, yakni lembaga dengan
anggaran terkecil di Komisi IX, namun kami dapat melihat titik cerah bagi para PMI. Komisi IX
akan membantu semampu kami untuk selalu menjadikan PMI sebagai warga negara VIP," ujar
Emanuel.
Pada kesempatan tersebut, 4 orang PMI diminta untuk mempraktikkan cara bertransaksi
menggunakan BNI, baik menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC) maupun melalui QR
code di BNI Mobile Banking. Diketahui para PMI tersebut telah mendapatkan pinjaman sebesar
Rp 38-40 juta untuk modal bekerja ke negara penempatan, yakni Hong Kong dan Taiwan. Mereka
mengungkapkan bahwa tidak ada jaminan yang harus mereka berikan. Prosesnya pun mudah
dan dokumen yang perlu disiapkan juga tidak banyak.
Sebagai informasi, acara tersebut turut dihadiri Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, Direktur
Utama Jasindo, Didit Mehta Pariadi, Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler yang mewakili
Menteri Luar Negeri, Andy Rachmianto, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital,
Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Mohammad Rudy Salahuddin dan Staf
Khusus Wakil Presiden RI, Arif Rahman.
490

