Page 490 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 AGUSTUS 2021
P. 490
Ringkasan
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) membebaskan biaya penempatan Pekerja
Migran Indonesia (PMI) melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Tanpa Agunan (KTA) lewat
Bank Negara Indonesia (BNI). Dengan begitu, para Pekerja Migran Indonesia (PMI) tidak perlu
lagi meminjam uang ke rentenir. BP2MI telah memangkas 17,8% dari bunga yang diberikan oleh
para rentenir. Ini adalah bukti bahwa negara hadir untuk para PMI, juga bersama dengan Jasindo
untuk mengantisipasi resiko-resiko yang akan datang.
BP2MI BEBASKAN BIAYA PENEMPATAN 270 RIBU PEKERJA MIGRAN
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) membebaskan biaya penempatan Pekerja
Migran Indonesia (PMI) melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Tanpa Agunan (KTA) lewat
Bank Negara Indonesia (BNI). Dengan begitu, para Pekerja Migran Indonesia (PMI) tidak perlu
lagi meminjam uang ke rentenir.
"PMI menjual harta benda milik keluarga atau meminjam uang ke rentenir. Hal ini secara
sistematis tentu akan memiskinkan para PMI," ujar Kepala BP2MI Benny Rhamdani dalam
keterangan tertulis, Jumat (13/8/2021).
Oleh karena itu, kata dia, BP2MI mengeluarkan Peraturan BP2MI nomor 09 Tahun 2020 tentang
Pembebasan Biaya Penempatan Pekerja Migran Indonesia. Hal ini juga berdasarkan Undang-
Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Pasal 30, yang
berisi PMI tidak dapat dibebani oleh biaya penempatan.
Benny menjelaskan sebelumnya pinjaman diberikan menjelang PMI terbang ke negara
penempatan dengan bunga sebesar 28,8%. Namun, mekanisme tersebut dinilai memberatkan
mereka, seperti dikejar-kejar oleh penagih hutang, mereka harus tunduk dengan persyaratan
yang begitu liar, dan lain sebagainya.
Dengan fasilitas KTA dan KUR dari BNI, nantinya pinjaman akan diberikan di awal untuk modal
bekerja dan proses sebelum keberangkatan. Selain itu, Benny mengatakan BNI juga hanya
memberikan bunga sebesar 11%.
"Jadi, BP2MI telah memangkas 17,8% dari bunga yang diberikan oleh para rentenir. Ini adalah
bukti bahwa negara hadir untuk para PMI, juga bersama dengan Jasindo untuk mengantisipasi
resiko-resiko yang akan datang. Selamat tinggal pesta pora para rentenir. Selamat datang era
baru di mana negara hadir dan memuliakan warganya, para PMI," jelasnya.
Lebih lanjut, Benny mengungkapkan hingga kini sudah ada 480 orang PMI yang mengajukan
pinjaman ke UPT BP2MI di seluruh Indonesia.
"Saya sangat antusias, dan saya memastikan bahwa BUMN dapat menjadi ekosistem yang baik
untuk kerja sama ini. Kami selalu mendukung para PMI, misalnya dengan fasilitas jalur khusus
di bandara dan lounge khusus PMI," puji Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir
yang turut hadir dalam kesempatan tersebut.
Erick berharap ke depan PMI bisa mendapatkan penghidupan yang baik setelah tidak lagi
menjadi PMI. "Merdekakan Pekerja Migran Indonesia karena mereka adalah kita dan kita adalah
mereka," tuturnya.
489

