Page 510 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 AGUSTUS 2021
P. 510

"Pekerja  migran  adalah pahlawan  devisa  yang  sudah  selayaknya  mendapat  kehormatan  dari
              negara," ujar Airlangga dalam sambutan secara daring pada peluncuran pembebasan biaya bagi
              pekerja migran Indonesia melalui kredit usaha rakyat dan kredit tanpa agunan di Jakarta, Kamis
              (12/8/2021) malam.

              Airlangga  juga  menambahkan  pembebasan  biaya  penempatan  bagi  para  pekerja  migran
              Indonesia adalah bukti nyata kehadiran negara.

              "Saatnya untuk modal bekerja, pekerja migran Indonesia tidak boleh lagi menjual harta benda
              milik keluarga atau meminjam uang kepada rentenir yang akan menjerat masa depan," katanya.

              Menko Perekonomian tersebut juga menyampaikan apresiasinya atas peluncuran pembebasan
              biaya penempatan bagi pekerja migran Indonesia yang dilaksanakan BP2MI bersama Bank BNI.

              "Selamat  dan  sukses  untuk  program  pembebasan  biaya.  Ayo  kita  dukung  bersama  pekerja
              migran Indonesia terlindungi, ekonomi bangkit," kata Airlangga.

              Sebelumnya  Kepala  Badan  Pelindungan  Pekerja  Migran  Indonesia  (BP2MI)  Benny  Rhamdani
              mengatakan bahwa BP2MI dan Bank BNI pada Kamis malam (12/8) meluncurkan program Kredit
              Usaha Rakyat dan Kredit Tanpa Agunan yang regulasinya sedang dibahas secara serius.

              Benny menyampaikan pinjaman ini diberikan justru di awal kepada pekerja migran Indonesia,
              berbeda dengan dulu diberikan di akhir. Jika diberikan di awal maka benar uang yang digunakan
              oleh pekerja migran Indonesia benar-benar untuk modal bekerja dan untuk membiaya semua
              tahapan serta proses sebelum mereka berangkat ke negara penempatan.

              Kepala BP2MI itu juga menambahkan dulu pekerja migran Indonesia dibebani bunga kredit 28,8
              persen, BNI memberlakukan hanya dengan bunga 11 persen. Artinya hal tersebut memangkas
              17 persen bunga yang selama ini menjadi ladang pesta pora para rentenir.
              Dulu pekerja migran Indonesia dan keluarganya menjadi jaminan atas uang pinjaman atau kredit
              tersebut, sekarang pekerja migran Indonesia atas pinjaman tersebut tidak lagi menjadi penjamin
              karena negara hadir melalui asuransi Jasindo, BUMN asuransi yang menjamin segala risiko atas
              pinjaman-pinjaman yang dilakukan oleh pekerja migran Indonesia. (E-3)


































                                                           509
   505   506   507   508   509   510   511   512   513   514   515