Page 515 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 AGUSTUS 2021
P. 515

Tak hanya mendengarkan keluhan mereka, Kemenaker bahkan segera berkoordinasi dengan
              Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk membicarakan tentang tarif angkutan barang.
              Menurut dia, jam kerja yang panjang menjadi penyebab utama para kurir mengalami kecelakaan
              di jalan raya.

              “Tarif  antar  yang  minim  membuat  mereka  sering  bekerja  di  luar  kapasitas  normal  sebagai
              manusia.  Perlindungan  mereka  sama  pentingnya  dengan  perlindungan  para  konsumen  e-
              commerce,” tutur Ida.

              Sebelumnya,  Kemenaker  menggelar  pertemuan  dengan  sejumlah  kurir  e-commerce  secara
              virtual, Kamis.

              Pertemuan itu diadakan menyusul adanya petisi online di change.org yang berjudul “Menaker
              Ida, Tolong Lindungi Kurir E-Commerce, Mereka Belum Aman dan Sejahtera”. Hingga saat ini
              petisi ini telah ditandatangani 6.563 orang.

              Dalam  dialog  yang  berlangsung  selama  2,5  jam  tersebut,  para  kurir  didampingi  sejumlah
              organisasi dan akademisi. Mereka, di antaranya Emancipate.id, Asosiasi Driver Online, Trade
              Union  Rights  Centre  (TURC),  Lalamok,  Serikat  Pekerja  4.0,  serta  beberapa  akademisi  dari
              Universitas Gadjah Mada (UGM).

              Selain Menaker Ida, Kemenaker turut diwakili Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenaker Anwar
              Sanusi,  Direktur  Jenderal  (Dirjen)  Pembinaan  Hubungan  Industrial  dan  Jaminan  Sosial
              Ketenagakerjaan Indah Putri Anggoro, Direktur Bina Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan Yuli
              Adiratna, serta Staf Khusus Menaker Dita Indah Sari.

              Pada  pertemuan  itu,  para  kurir  mengeluhkan  masalah-masalah  dengan  e-commerce  yang
              sedang  dihadapi.  Semua  keluhan  mereka  mengalir  dengan  lancar  dan  ditanggapi  oleh
              Kemenaker.

              Beberapa permasalahan yang dibahas, antara lain tarif per kilometer (km) yang minim, jam kerja
              panjang (10-12 jam), perlakuan tidak bersahabat dari konsumen, pola kemitraan yang tidak
              sehat, ketiadaan regulasi perlindungan, hingga perjanjian kerja yang hanya berbentuk lisan.


































                                                           514
   510   511   512   513   514   515   516   517   518