Page 289 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 DESEMBER 2021
P. 289
Masing-masing Suriadi (29) Sei-kepayang Tj Balai, Abd rahim sidik (49) Airbatu Kisaran. Heri
Syaputra (36) Spaku arca Asahan, dan M Abdul Rauf (23) Air Joman Asahan dan Jari-mun (44)
warga Secanggang Langkat.
Syafruddin (25) Aceh timur. M Nur Junaidi (29) Acch timur. M.Nasir (33) Beiren.Fauziah,(43)
Aceh Utara, dan Sinta Rahmi (21) Aceh Utara.
Kasi Perlindungan, UPT Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Medan Moh Fu'at
Wahyudi membenarkan adanya sepuluh orang PMI bermasalah dideportasi dari Malaysia.
"Ya, UPT BP2MI Medan dalam hal ini hanya memfasilitasi setibanya mereka di Bandara
Kualanamu," terangnya.
Kata dia, sepuluh PMI bermasalah tersebut lima warga Sumut dan lima warga Aceh. Dan dari
jumlah itu dua orang perempuan. Sesampainya di Tanah Air, mereka sudah menjalani karantina
selama seminggu di Wisrnat Atlet Jakarta.
Dideportasi karena masuk secara ilegal ke Malaysia dari jalur laut menggunakan kapal
viaTanjungbalai Sumut sebelum masa Covid-19. "Sebelum dideportasi PMI bermasalah ini
sempat
ditahan pihak Malaysia paling rendah 8 bulan, paling lama 1 tahun." jelas Fu'at.
Kondisi mereka sangat memprihatinkan, apalagi setibanyadi Indonesia hanya memiliki pakian di
badan."ongkos pulang ke kampung halaman masing-masing pun tidak adamaka dalam hal ini
sepuluh PMI bermasalah dipasilitasi BP2MI Medan kepulangan mereka kekampung halaman,"
katanya.
Jarimun seorang PMI bermasalah warga Langkat mengaku kapok masuk Malaysia, sebab apa
yang ia harapkan tidak sebanding, malah ditangkap dan dipenjara.
Selama di Malaysia ia bekeja menjual ikan di pasar hingga pada akhirnya ditangkap dan
dijebloskan kc penjara selama 16 bulan.
Sedangkan Sinta Rahmi (21) warga Aceh Utara mengaku belum sempat bekerja sudah ditangkap
di Malaysia. Ia mengaku berangkat menggunakan kapal laut viaTanjungbalai Sumut, (kah)
Caption:
TIBA: Petugas PB2MI saat menjemput PMI bermasalah setibanya di Kualanamu, Rabu (8/12).
288