Page 293 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 DESEMBER 2021
P. 293
Judul Pemkab Pringsewu dan BP2MI Jalin Kerjasama
Nama Media rri.co.id
Newstrend Perlindungan PMI
Halaman/URL https://rri.co.id/bandar-lampung/daerah/1286695/pemkab-pringsewu-
dan-bp2mi-jalin-kerjasama
Jurnalis Niken Wulandari
Tanggal 2021-12-09 11:00:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 10.000.000
News Value Rp 30.000.000
Kategori Ditjen Binapenta, Non Rilis
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Pemerintah Kabupaten Pringsewu dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia melakukan
kerjasama. Kerjasama tersebut meliputi masalah penempatan serta perlindungan terhadap
pekerja migran dari Kabupaten Pringsewu. Nota kesepakatan kerjasama kedua belah pihak
ditandatangani oleh Bupati Pringsewu Sujadi dan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran
Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani di Jakarta, Rabu (8/12/21).
PEMKAB PRINGSEWU DAN BP2MI JALIN KERJASAMA
Pemerintah Kabupaten Pringsewu dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia melakukan
kerjasama. Kerjasama tersebut meliputi masalah penempatan serta perlindungan terhadap
pekerja migran dari Kabupaten Pringsewu. Nota kesepakatan kerjasama kedua belah pihak
ditandatangani oleh Bupati Pringsewu Sujadi dan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran
Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani di Jakarta, Rabu (8/12/21).
Dalam rilis yang diterima RRI pada Kamis (09/12/2021), Kepala BP2MI Benny Rhamdani
mengatakan tanggungjawab penanganan pekerja migran sejatinya bukan hanya oleh
pemerintah pusat, namun juga menjadi tanggungjawab pemerintah daerah, mulai provinsi,
kabupaten/kota bahkan desa.
"Hal ini sudah diatur melalui Undang-undang No.18 Tahun 2017", kata Benny.
Oleh karena itu, menurutnya perlu dan pentingnya dukungan, kolaborasi atau kerjasama yang
sinergis antara BP2MI dengan berbagai pemangku kepentingan, diantaranya dengan pemerintah
daerah.
"Dengan adanya peran pemerintah daerah, diharapkan dapat membantu mengurangi atau
menghindari penempatan pekerja migran non-prosedural, sekaligus terciptanya pelindungan
bagi para pekerja migran Indonesia, khususnya dari daerah setempat", harapnya. (*/ Isnanto
Hapsara).
292