Page 1049 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1049

Subsidi gaji untuk karyawan ini diberikan dalam dua tahap, sehingga totalnya Rp 2,4 juta.

              Diketahui, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah memastikan kembali mengenai penyaluran
              subsidi gaji gelombang 2.

              "Kami targetkan pembayaran termin II ( pencairan subsidi gaji BLT BPJS Ketenagakerjaan) dapat
              disalurkan  pada  awal  bulan  November  setelah  proses  evaluasi  penyaluran  subsidi  gaji/upah
              termin I ini selesai," kata Ida dalam keterangannya, Rabu (28/10/2020).

              Pemerintah sendiri sebelumnya telah menargetkan sebanyak 15,7 juta pekerja sebagai penerima
              subsidi  gaji  BPJS  Ketenagakerjaan  dalam  program  BSU  dengan  alokasi  anggaran  dari  APBN
              sebesar Rp 37,7 triliun.

              Per  Oktober  2020,  penyaluran  subsidi  gaji  termin  I  telah  mencapai  12.166.471  atau  98,09
              persen.
              Para  pekerja  penerima  bantuan  BLT  subsidi  gaji  sudah  diverifikasi  dan  validasi  dari  BPJS
              Ketenagakerjaan dan Kementerian Ketenagakerjaan.

              Dilansir  Kompas.com, berdasarkan  data  Kementerian  Ketenagakerjaan  per  19  Oktober  2020,
              penyaluran subsidi gaji atau BLT BPJS tahap I mencapai 99,43 persen atau 2.485.687, tahap II
              99,38 persen atau mencapai 2.981.531.

              Selanjutnya, tahap III penyaluran bantuan BPJS mencapai 99,32 persen atau 3.476.120, tahap
              IV penyaluran subsidi capai 2.620.665 atau 94,09 persen.

              Terakhir tahap V telah disalurkan ke 602.468 orang atau 97,39 persen.

              "Alhamdulillah kita sudah tersalur 98 persen atau sudah tersalur sebanyak 12,1 juta," kata Ida.

              Sementara sisanya, ada beberapa pekerja yang tidak lolos dalam proses validasi dan verifikasi,
              terutama terkait dengan nomor rekening bank yang bermasalah.

              "Berarti yang belum mendapatkan (BSU) sekitar 150.000-an itu karena ada kekurangan. Misalnya
              rekeningnya  tidak  valid  kemudian  NIK-nya  (Nomor  Induk  Karyawan)  kurang  nomornya,
              kemudian nomor rekeningnya dia tidak sesuai dengan nama yang diserahkan," ungkap dia.
              Diharapkan,  program  bantuan  subsidi  gaji  dapat  membantu  kehidupan  para  pekerja  serta
              meningkatkan daya beli masyarakat.

              Sehingga meningkatkan konsumsi masyarakat dan perekonomian di masa pandemi Covid-19.

              Adapun sebagai informasi, berikut ini syarat pekerja penerima program subsidi Rp 600.000 dari
              pemerintah: - Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan.
              - Terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan
              yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan.

              - Peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah
              Rp 5.000.000 sesuai upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan.

              - Pekerja/Buruh penerima upah.
              - Memiliki rekening bank yang aktif.

              - Tidak termasuk dalam peserta penerima manfaat program Kartu Prakerja.




                                                          1048
   1044   1045   1046   1047   1048   1049   1050   1051   1052   1053   1054