Page 1062 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1062
Pasalnya, lanjut Dinar, hal tersebut penting mengingat kondisi kahar akibat pandemi Covid-19
setelah dilakukan simulasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan berdasarkan komponen
kebutuhan hidup layak (KHL).
"Maka dari itu, dalam kondisi pandemi, kalau upah minimum diturunkan akan tidak fair buat para
pekerja, tapi kalau dinaikkan tidak fair untuk pengusaha. Jadi, ini win-win solution," lanjutnya.
Dihubungi terpisah, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menilai
tahun depan perusahaan-perusahaan di Tanah Air masih dalam fase penataan kembali di tengah
kondisi yang diprediksi masih serba tertekan.
Tahun depan, ujarnya, tekanan bagi dunia usaha diperkirakan masih tinggi dan perekonomian
belum sepenuhnya pulih. Dengan demikian, upaya berbenah yang dilakukan perusahaan diyakini
tidak akan maksimal.
"Jadi, memang harus diberikan ruang, dan harus ada take and give antara perusahaan dan
pekerja. Tidak naiknya upah minimum ini menurut saya sebagai salah satu bentuk pemberian
ruang bagi dunia usaha. Pada ujungnya, ini akan menguntungkan pekerja juga," kata Piter.
Menurutnya, lebih mudahnya penataan bisnis oleh perusahaan dengan penetapan upah
minimum pada 2021 sama dengan 2020 bakal menyerap pekerja yang terdampak Covid-19
sehingga kembali menerima upah.
1061

