Page 1094 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1094
"Tidak naiknya upah minimum dapat dipahami kondisi ekonomi lagi terpuruk, dalam rangka
kepastian hukum bagi pengusaha dan pekerja demi menjaga keberlangsungan usaha," kata
Melki saat dihubungi, Rabu (28/10/2020).
Melki mengatakan, pola gotong royong dalam hubungan pengusaha, pekerja, pemerintah dan
masyarakat harus dijaga dengan baik.
Oleh karenanya, ia mengusulkan, bagi sektor usaha yang mengalami peningkatan bisnis selama
pandemi Covid-19 dapat tetap menaikkan upah minimum tahun depan.
"Sehingga para pekerja yang sudah berusaha keras selama ini tetap bisa menikmati jerih
lelahnya," ujarnya.
Usulan tersebut, lanjut Melki, dapat dibahas dalam pembicaraan internal pengusaha dan pekerja
dalam mencapai solusi terbaik dengan atau tanpa difasilitasi pemerintah.
"Hasil musyawarah menjadi pegangan bersama dalam melewati pandemi Covid-19 dengan baik,"
kata dia.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah menerbitkan Surat Edaran
(SE) yang ditujukan kepada Gubernur se-Indonesia.
Surat Edaran Nomor M/11/HK.04/2020 ini mengatur tentang Penetapan Upah Minimum Tahun
2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Dalam surat edaran tersebut, pemerintah memutuskan upah minimum 2021 tidak mengalami
kenaikan alias setara dengan upah minimum tahun ini.
"Mempertimbangkan kondisi perekonomian Indonesia pada masa pandemi Covid-19 dan
perlunya pemulihan ekonomi nasional, diminta kepada gubernur untuk melakukan penyesuaian
penetapan nilai Upah Minimum Tahun 2021 sama dengan nilai Upah Minimum Tahun 2020,"
sebut surat edaran itu, dikutip pada Selasa (27/10/2020).
Surat edaran penetapan upah minimum tersebut telah diteken oleh Menaker pada 26 Oktober
2020.
Selanjutnya, upah minimum 2021 ini secara resmi akan ditetapkan dan diumumkan oleh semua
pemerintah daerah pada akhir Oktober 2020.
"Melaksanakan penetapan upah minimum setelah tahun 2021 sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan. Menetapkan dan mengumumkan Upah Minimum Provinsi Tahun 2021
pada tanggal 31 Oktober 2020," sebut surat edaran.
Namun, kebijakan itu dikecam para buruh .
Keputusan pemerintah tak menaikan upah minum 2021 akibat pandemi Covid-19 dinilai sebagai
logika terbalik.
Ini logika yang terbalik, justru dalam situasi pandemi itu, buruh harus betul-betul diperhatikan
bagaimana tingkat kesejahteraannya, bukan malah dikorbankan," ujar Wakil Ketua Konfederasi
Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Jumisih kepada Kompas.com, Selasa (27/10/2020) malam.
Apalagi, lanjut dia, selama pandemi terjadi pemerintah sudah memberikan keleluasaan besar
kepada korporasi. Keleluasaan itu mulai dari jaminan kredit hingga sejumlah kebijakan yang
meringankan pengusaha.
1093

