Page 1099 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1099

sentral yang seharusnya tetap mempertimbangkan merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor
              78  Tahun  2015  tentang  Pengupahan.  Dalam  regulasi  tersebut  kenaikan  upah
              mempertimbangkan  inflasi  dan  pertumbuhan  ekonomi.  Menurut  dia,  semua  negara  memang
              telah mengalami ujian dalam menghadapi wabah ini. Hampir semua sektor usaha terkena imbas
              pandemi. Namun, kata dia, masih ada sektor usaha yang tetap tumbuh seperti telekomunikasi.



              BURUH DKI TOLAK SURAT EDARAN MENAKER SOAL PENETAPAN UPAH MINIMUM
              2021

              Anggota  Dewan  Pengupahan  Asosiasi  Serikat  Pekerja  (Aspek)  DKI  Jakarta,  Dedi  Hartono,
              menyatakan  menolak  surat  edaran  Menteri  Ketenagakerjaan  yang  meminta  gubernur  tidak
              menaikan upah minimum 2021 . "Kami menolak surat edaran yang terbit itu. Kami sampaikan
              bahwa aturan itu hanya bersifat imbauan jadi bisa tidak diikuti," kata Dedi saat dihubungi, Rabu,
              28 Oktober 2020.
              Menakertrans Ida Fauziah mengeluarkan surat edaran Nomor M/11/HK.4/x/2020 bertarikh 26
              Oktober  2020.  Surat  edaran  tersebut  meminta  kepada  para  Gubernur  untuk  menyesuaikan
              penetapan upah minimum tahun 2021 sama dengan nilai upah minimum tahun 2020. Surat itu
              meminta  gubernur  melaksanakan  penetapan  upah  minimum  setelah  tahun  2021  sesuai
              ketentuan  peraturan  perundangan-undangan,  dan  menetapkan  serta  mengumumkan  Upah
              Minimum Provinsi Tahun 2021 pada 31 Oktober 2020.

              Sebagai Ibu Kota Negara, kata Dedi, Jakarta mempunyai posisi sentral yang seharusnya tetap
              mempertimbangkan  merujuk  pada  Peraturan  Pemerintah  Nomor  78  Tahun  2015  tentang
              Pengupahan.  Dalam  regulasi  tersebut  kenaikan  upah  mempertimbangkan  inflasi  dan
              pertumbuhan ekonomi. "Ekonomi DKI masih bisa tumbuh 3,3 persen," ujarnya.

              Menurut  dia,  semua  negara  memang  telah  mengalami  ujian  dalam  menghadapi  wabah  ini.
              Hampir semua sektor usaha terkena imbas pandemi. Namun, kata dia, masih ada sektor usaha
              yang tetap tumbuh seperti telekomunikasi.

              "Jadi tidak bisa dipukul rata juga untuk menjadi alasan tidak menaikan upah buruh," ujarnya.
              Selama pandemi ini, kondisi buruh yang paling terkena imbasnya. Saat harga kebutuhan naik,
              hidup buruh semakin sulit. "Kalau gaji tidak naik sedangkan harga kebutuhan pokok terus naik,
              maka buruh bakal semakin susah." Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut
              Pemprov DKI mengacu pada aturan pemerintah terkait Upah Minimum Provinsi atau UMP 2021
              yang diputuskan untuk tidak naik dari 2020.

              "Kami di Pemprov baru dapat soal kebijakan dari pemerintah pusat bahwa UMP 2021 disamakan
              dengan UMP 2020, tentu kami di Pemprov DKI mengacu pada peraturan dan ketentuan yang
              ada," kata Wagub DKI Ahmad Riza di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2020.

              Namun  demikian,  Riza  menyebut  bahwa  pihaknya  juga  menyadari  ada  keinginan  dari  para
              pekerja supaya ada peningkatan upah, karenanya dia menyebut hal tersebut akan didiskusikan
              lebih lanjut.


              "Kan apapun bentuk keputusannya itu kita harus hormati sesuai dengan kewenangan masing-
              masing, tentu karena sudah ada keputusan dari pemerintah pusat untuk tidak menaikan Upah
              Minimum  Provinsi,  kita  harus  menghormatinya,  namun  masyarakat  juga  bukan  berarti  tidak
              boleh mengusulkan aspirasinya, nanti kita diskusinya dengan pemerintah pusat untuk mengambil
              sebuah keputusan berdasarkan sebuah proses pertimbangan yang masak dan cermat," ucap
              Riza.

              IMAM HAMDI | ANTARA.
                                                          1098
   1094   1095   1096   1097   1098   1099   1100   1101   1102   1103   1104