Page 1135 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1135

Ketetapan tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah melalui Surat
              Edaran (SE) Nomor M/11/HK.04/2020 yang diterbitkan Senin malam (26/10). SE yang ditujukan
              kepada gubernur se-Indonesia itu mengatur penetapan upah minimum 2021 pada masa pandemi
              coronavirus disease 2019 (Covid-19).

              Dalam edaran tersebut, gubernur diminta untuk menyesuaikan penetapan nilai upah minimum
              2021 sama dengan nilai upah minimum 2020, melaksanakan penetapan upah minimum setelah
              2021 sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta menetapkan dan mengumumkan
              upah minimum provinsi 2021 pada 31 Oktober 2020.

              Ida  menuturkan,  SE  itu  diterbitkan  untuk  memberikan  perlindungan  dan  keberlangsungan
              bekerja  bagi  pekerja/buruh  serta  menjaga  kelangsungan  usaha.  Dengan  demikian,  perlu
              dilakukan penyesuaian terhadap penetapan upah minimum pada situasi pemulihan ekonomi di
              masa pandemi Covid-19. "Ini jalan tengah yang harus diambil pemerintah dalam kondisi yang
              sulit dan tidak mudah," tuturnya kemarin (27/10).

              Penerbitan  SE,  kata  dia,  juga  berdasar  kajian  secara  mendalam  oleh  Dewan  Pengupahan
              Nasional (Depenas) terkait dampak Covid-19 terhadap pengupahan. Karena tak bisa dimungkiri,
              pandemi Covid-19 telah berdampak pada kondisi perekonomian dan kemampuan perusahaan
              dalam memenuhi hak pekerja/buruh. Termasuk dalam membayar upah.

              Di samping itu, lanjut dia, pemerintah tetap memperhatikan kemampuan daya beli para pekerja
              melalui subsidi gaji/upah. "Sesungguhnya bantalan sosial sudah disediakan pemerintah. Jadi,
              pemerintah  tidak  begitu  saja  menetapkan  itu  karena  ada  beberapa  langkah  yang  sudah
              dilakukan," paparnya.

              Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Anwar Sanusi mengatakan, penetapan upah
              minimum 2021 dilakukan setelah memperhatikan masukan dari semua pihak. Termasuk pekerja
              dan pengusaha. "Tidak ada kenaikan, tidak ada penurunan," tegasnya saat ditemui setelah 18th
              Senior Labour Officials Meeting Plus Three (SLOM+3).

              Disinggung  mengenai  usul  Depenas  sebelumnya  agar  perusahaan  tidak  terdampak  tetap
              menaikkan upah minimum tahun depan, menurut Anwar, agak susah mencari perusahaan yang
              terdampak  dan  tidak.  Karena  itu,  untuk  sementara  ditetapkan  tak  ada  kenaikan  maupun
              penurunan upah tahun depan.

              Secara terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, kebijakan pemerintah
              tidak menaikkan UMP adalah instrumen yang digunakan agar kondisi sektor usaha tidak semakin
              terpuruk. Tidak adanya kenaikan UMP diharapkan juga bisa meminimalkan potensi PHK kepada
              buruh/karyawan. ''Ini harus jadi perhatian. Ini berarti sektor usaha masih dalam situasi yang
              sangat  tertekan  dan  masyarakat  juga  tertekan.  Dengan  begitu,  kita  harus  sama-sama
              menjaganya agar bisa pulih dengan tidak menimbulkan trigger yang berdampak pada yang lain
              (PHK)," ujarnya melalui video conference kemarin.

              Namun,  Ani  menekankan  bahwa  pemerintah  akan  tetap  berupaya  memperbaiki  daya  beli
              masyarakat. Hal itu dilakukan dengan terus menggelontorkan belanja pemerintah melalui bansos
              yang diharapkan menjadi bantalan bagi masyarakat agar bisa menggenjot konsumsi.

              Dia memerinci, keseluruhan belanja pemerintah pada 2020 yang berhubungan dengan bansos
              mencapai lebih dari Rp 220 triliun. ''Itu adalah untuk berbagai macam bantuan langsung kepada
              masyarakat, yang diharapkan bisa membantu daya beli. Termasuk bantuan gaji kepada mereka
              yang berpendapatan di bawah Rp 5 juta," terangnya.

              Saksikan video menarik berikut ini: Editor : Ilham Safutra Reporter : mia/dee/c7/fal .


                                                          1134
   1130   1131   1132   1133   1134   1135   1136   1137   1138   1139   1140