Page 1137 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1137

BURUH MINTA GUBERNUR TETAP NAIKKAN UMP 2021 MINIMAL 1,5 PERSEN

              Sekjen  Organisasi  Pekerja  Seluruh  Indonesia  (OPSI)  Timboel  Siregar  meminta  agar  para
              Gubernur tetap menaikkan UMP 2021 dengan kisaran 1,5 hingga 2 persen.

              Usulan  tersebut  berdasarkan  data  BPS,  sejak  Januari  hingga  Agustus  2020  tingkat  inflasi
              mencapai 0,93 persen. Sementara tingkat inflasi dari tahun ke tahun atau year on year (yoy)
              dari Agustus 2020 ke Agustus 2019 adalah sebesar 1,32 persen.

              "Dengan data ini seharusnya para Gubernur dapat mempertimbangakan untuk tetap menaikkan
              UMP 2021 walaupun hanya berkisar inflasi yoy yaitu sekitar 1,5 persen sampai 2 persen di atas
              angka inflasi yoy Agustus, dengan juga mempertimbangkan kondisi September, Oktober sampai
              Desember 2020," kata Timboel, Rabu (28/10/2020).

              Menurutnya, kenaikan upah minimum tiap tahun biasanya telah menjadi sumber perselisihan
              antara Pemerintah, Apindo dan SP/SB, yang biasanya berujung di Pengadilan Tata Usaha Negara
              (TUN), dan tahun ini sepertinya akan terulang lagi.

              "Dipastikan SE Menaker tahun ini akan diprotes oleh kalangan SP/SB. Kalangan SP/SB menilai
              SE ini akan mempengaruhi para Gubernur untuk tidak menaikkan upah minimum tahun 2021,"
              ujarnya.

              Tentunya SP/SB harus mempengaruhi para gubernur untuk tidak mengikuti SE Menaker tersebut
              dan meyakinkan Gubernur untuk tetap menaikkan upah minimum dalam persentase yang wajar
              dan bijak, yang bisa mendukung daya beli pekerja dan kelangsungan usaha.

              "Saya menilai permintaan Menaker untuk tidak menaikkan upah minimum di 2021 dan adanya
              usulan SP yang meminta kenaikan upah minimum di 2021 sebesar 8 persen adalah tidak tepat.
              Harus dicari solusi kenaikan UM 2021 dengan tetap mempertimbangkan kesejahteraan pekerja
              dan kelangsungan usaha," ungkapnya.

              Dimana kenaikan upah minimum dengan mempertimbangkan inflasi YoY akan memiliki dampak
              ikutan  yang  positif.  Dengan  adanya  kenaikan  upah  minimum  maka  daya  beli  pekerja  tidak
              tergerus  oleh  inflasi  sehingga  pekerja  dan  keluarganya  bisa  mempertahankan  tingkat
              konsumsinya.

              Sehingga  tingkat  konsumsi  yang  tidak  turun  tentunya  akan  mendukung  tingkat  konsumsi
              agregat,  maka  mendukung  pertumbuhan  ekonomi  Indonesia.  Lantaran  konsumsi  agregat
              mendukung 55 - 60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.

              "Semoga kenaikan UMP 2021 yang akan ditetapkan tanggal 1 November 2020 ini di kisaran 1,5
              persen  -  2  persen  bisa  diterima  semua  pihak,  sehingga  kesejahteraan  pekerja  terjaga  dan
              kelangsungan usaha terjamin," pungkasnya.
              Pemerintah  menetapkan  upah  minimum  tahun 2021  (UMP  2021)  tidak mengalami  kenaikan.
              Keputusan ini diambil dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor 11/HK04/X/2020
              tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19.

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah pun meminta kepada para gubernur di seluruh
              Indonesia untuk melakukan penyesuaian penetapan nilai Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun
              depan, yang secara besaran sama seperti di 2020. Dengan kata lain, tidak ada kenaikan UMP
              2021.
              Seluruh  kepala  daerah  wajib  mengumumkan  UMP  2021  pada  Sabtu,  31  Oktober  2020
              mendatang.



                                                          1136
   1132   1133   1134   1135   1136   1137   1138   1139   1140   1141   1142