Page 1233 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1233

positive - Ahmad Riza Patria (Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta) Nanti kami akan diskusikan
              lebih lanjut, karena ada kebijakan pemerintah pusat yang sudah diputuskan dan di sisi lain ada
              harapan para buruh yang ingin ada peningkatan (pendapatan)

              negative - Sarman Simanjorang (Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta) Kenaikan UMP 0 persen
              sudah sangat bijak Jika kami hitung malah minus, seharusnya UMP turun, tapi kan tidak mungkin
              UMP diturunkan

              positive - Sarman Simanjorang (Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta) Hampir delapan bulan
              pengusaha  sudah  sangat  terpuruk,  balikan  cash  flow  sudah  meng-kawatirkan.  Jika  UMP
              dinaikkan akan menambah beban pengusaha dan akan semakin terpuruk. Jadi kebijakan besaran
              UMP 2021 sama dengan 2020 sudah sangat tepat dan kami pelaku usaha mendukung karena
              sesuai dengan kondisi yang kita hadapi saat ini.



              Ringkasan

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah akhirnya memutuskan tidak menaikkan upah
              minimum  tahun  2021.  Keputusan  tersebut  tertuang  dalam  Surat  Edaran  (SE)  Menteri
              Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 1I/HK04/ X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum
              tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19.

              Ida mengeklaim keputusan tidak menaikkan upah minimum tahun 2021 ini telah melalui kajian
              mendalam. Menurut dia, upah minimum 2021 tak naik karena kondisi ekonomi terpukul oleh
              pandemi  Covid-19.  Maka,  demi  menjaga  keberlangsungan  dunia  usaha,  upah  minimum
              ditetapkan sama dengan tahun 2020.


              UPAH MINIMUM 2021 SAMA DENGAN 2020

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah akhirnya memutuskan tidak menaikkan upah
              minimum  tahun  2021.  Keputusan  tersebut  tertuang  dalam  Surat  Edaran  (SE)  Menteri
              Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 1I/HK04/ X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum
              tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19.

              Ida mengeklaim keputusan tidak menaikkan upah minimum tahun 2021 ini telah melalui kajian
              mendalam. Menurut dia, upah minimum 2021 tak naik karena kondisi ekonomi terpukul oleh
              pandemi  Covid-19.  Maka,  demi  menjaga  keberlangsungan  dunia  usaha,  upah  minimum
              ditetapkan sama dengan tahun 2020.

              "Pandemi Covid-19 berdampak pada kondisi perekonomian dan kemampuan perusahaan dalam
              memenuhi  upah  pekerja  atau  buruh,  termasuk  dalam  membayar  upah.  Dalam  rangka
              memberikan  perlindungan  pekerja  atau  buruh  serta  menjaga  keberlangsungan  usaha,  perlu
              dilakukan penyesuaian UMP pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi. Atas berbagai
              pandangan  dan  dialog  dalam  forum  Depenas  (Dewan  Pengupahan  Nasional),  maka  kami
              keluarkan surat edaran yang isinya melakukan penyesuaian nilai UMP 2021 sama dengan nilai
              UPM 2020." kata Ida dalam konferensi pers di BNPB. Jakarta. Selasa (27/10).

              Seiring  dengan  keputusan  itu.  Ida  juga  memerintahkan  gubernur  untuk  menetapkan  dan
              mengumumkan  upah  minimum  provinsi  (UMP)  2021  tak  naik  pada  31  Oktober  2020.
              "Mempertimbangkan  kondisi  perekonomian  Indonesia  pada  masa  pandemi  Covid-19  dan
              perlunya  pemulihan  ekonomi  nasional,  diminta  kepada  Gubernur  untuk:  3.  menetapkan  dan
              mengumumkan upah minimum provinsi Tahun 2021 pada tanggal 31 Oktober 2020." kata Ida
              dalam SE Nomor M/11 / HK.04/2020 itu.

                                                          1232
   1228   1229   1230   1231   1232   1233   1234   1235   1236   1237   1238