Page 1235 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1235

"Apapun bentuk keputusannya, kami harus hormati sesuai dengan kewenangan masing-masing.
              Di sisi lain sebagai pemerintah ya boleh menerima aspirasi masyarakat siapapun itu. termasuk
              kaum buruh." kata Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI pada Selasa (27/10).

              Selanjutnya, Pemprov DKI Jakarta akan mendiskusikan kembali soal keputusan pemerintah pusat
              mengenai upah minimum provinsi (UMP) tahun 2021 sama seperti 2020.

              Wakil Gubernur menyatakan, pemerintah daerah memahami keinginan para buruh yang ingin
              UMP sebesar Rp 4.276.349 per bulan dinaikkan pada 2021 mendatang. Namun, katanya, ada
              kebijakan pemerintah pusat yang menyatakan tidak ada kenaikan UMP pada 2021.

              "Nanti kami akan diskusikan lebih lanjut, karena ada kebijakan pemerintah pusat yang sudah
              diputuskan dan di sisi lain ada harapan para buruh yang ingin ada peningkatan (pendapatan)."
              katanya.

              Sangat bijak

              Terpisah, DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta menilai, kenaikan
              upah minimum provinsi (UMP) 2021 sebesar 0 persen alias sama seperti tahun sebelumnya.
              merupakan hal yang baik. Apalagi pemerintah dianggap mustahil bila menurunkan UMP tahun
              2021 mendatang.

              "Kenaikan UMP 0 persen sudah sangat bijak." kata Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta Sarman
              Simanjorang berdasarkan keterangan yang diterima pada Selasa (27/10).
              "Jika kami hitung malah minus, seharusnya UMP turun, tapi kan tidak mungkin UMP diturunkan."
              imbuhnya.

              Menurutnya, kondisi dunia usaha di berbagai sektor saat ini juga terseok-seok demi bertalian di
              tengah pandemi Covid-19. Karena itu, sangat tidak memungkinkan bila mereka menaikan UMP
              2021.

              "Hampir  delapan  bulan  pengusaha  sudah  sangat  terpuruk,  balikan  cash  flow  sudah
              mengkawatirkan.  Jika  UMP  dinaikkan  akan  menambah  beban  pengusaha  dan  akan  semakin
              terpuruk." ujarnya.

              "Jadi kebijakan besaran UMP 2021 sama dengan 2020 sudah sangat tepat dan kami pelaku usaha
              mendukung  karena  sesuai  dengan  kondisi  yang  kita  hadapi  saat  ini."  kata  Sarman.
              (TribunNetwork/faf)




























                                                          1234
   1230   1231   1232   1233   1234   1235   1236   1237   1238   1239   1240