Page 1228 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1228

"Ini jalan tengah yang harus diambil oleh pemerintah dalam kondisi yang sulit dan tidak mudah.
              Perlindungan pengupahan kita jaga, keberlangsungan usaha harus kita perhatikan. Atas dasar
              itulah SE ini kami keluarkan," kata Menaker Ida.

              Menurut  Menaker  Ida,  penerbitan  SE  tersebut  berdasarkan  kajian  yang  dilakukan  secara
              mendalam  oleh  Dewan  Pengupahan  Nasional  (Depenas)  terkait  dampak  Covid-19  terhadap
              pengupahan.  Mengingat  pandemi  Covid-19  telah  berdampak  kondisi  perekonomian  dan
              kemampuan perusahaan dalam memenuhi hak pekerja/buruh termasuk dalam membayar upah.

              SE tersebut juga dalam rangka memberikan perlindungan dan keberlangsungan bekerja bagi
              pekerja/buruh serta menjaga kelangsungan usaha. Alhasil perlu dilakukan penyesuaian terhadap
              penetapan upah minimum pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

              "Di samping itu tentu saja harus diingat bahwa pemerintah tetap memperhatikan kemampuan
              daya beli para pekerja melalui subsidi gaji/upah. Sesungguhnya bantalan sosial sudah disediakan
              oleh pemerintah. Jadi pemerintah tidak begitu saja menetapkan itu karena ada beberapa langkah
              yang sudah dilakukan," terangnya.

              Keputusan UMP Tak Naik Demi Tekan Potensi PHK Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani
              Indrawati, menilai aturan tak naikkan UMP 2021 tersebut merupakan salah satu instrumen yang
              dibuat pemerintah agar perusahaan tidak semakin goyah dalam masa pemulihan ekonomi pasca
              wabah pandemi Covid-19.

              Dia  pun  tak  mau  ada  salah  satu  kebijakan  yang  malah  menyebabkan  banyak  perusahaan
              semakin  lemah,  sehingga  para  pekerja  juga  turut  berhadapan  dengan kemungkinan  terkena
              pemutusan hubungan kerja (PHK).

              "Ini kita cari titik balance-nya dari pemerintah menggunakan berbagai instrumen. Instrumen
              UMP atau upah minimum satu hal, tapi pemerintah menggunakan banyak sekali anggaran untuk
              perlindungan sosial dalam rangka mengkompensasi dan membantu daya beli masyarakat," tutur
              Menteri Sri Mulyani.

              Menteri Sri Mulyani menambahkan kebijakan ini juga dilandasi angka inflasi sampai Oktober 2020
              ini terhitung cukup rendah. Jadi dalam hal ini dari sisi inflasi yang biasanya mengurangi daya
              beli masyarakat, kini dalam situasi yang rendah.
              "Sehingga ini harus tetap jadi perhatian, karena ini berarti sektor usaha masih dalam situasi yang
              sangat-sangat  tertekan,  dan  masyarakat  juga  tertekan,  sehingga  kita  harus  sama-sama
              menjaganya  untuk  bisa  pulih.  Dengan  tidak  menimbulkan  trigger,  yang  kemudian  akan
              menimbulkan dampak negatif kepada yang lainnya," katanya.

              Pemerintah  Tetap  Lindungi  Keuangan  Masyarakat  Lewat  Subsidi  Bansos  Menteri  Sri  Mulyani
              menyebut  akan  terus  berkomitmen  memperbaiki  daya  beli  masyarakat.  Itu  tercermin  dari
              keseluruhan belanja pemerintah pada 2020 yang berhubungan dengan bantuan sosial (bansos),
              mencapai lebih dari Rp 220 triliun.

              "Itu adalah untuk berbagai macam bantuan langsung kepada masyarakat, yang diharapkan bisa
              membantu daya beli. Termasuk bantuan gaji kepada mereka yang berpendapatan di bawah Rp
              5 juta," terang dia.
              Dia menyimpulkan, pemerintah berupaya menggunakan instrumen fiskal tanpa menimbulkan
              tekanan  kepada  perusahaan.  Sementara,  di  sisi  lain  masyarakat  dan  pekerja  juga  tetap
              membutuhkan dukungan.





                                                          1227
   1223   1224   1225   1226   1227   1228   1229   1230   1231   1232   1233