Page 1224 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1224

Sesungguhnya bantalan sosial sudah disediakan oleh pemerintah. Jadi pemerintah tidak begitu
              saja menetapkan itu karena ada beberapa langkah yang sudah dilakukan


              Ringkasan

              Keputusan pemerintah tak menaikkan upah minimum (UMP) 2021 atau menetapkan besaran
              upah sama seperti tahun ini langsung memicu polemik. Keputusan ini ditentang keras para buruh
              lantaran dianggap tak mementingkan kesejahteraan buruh .
              Sementara bagi pengusaha keputusan tersebut sudah tepat untuk menjaga kelangsungan bisnis
              di tengah kondisi krisis akibat covid-19. Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia
              (OPSI) Timboel Siregar mengungkapkan upah minimum memang selalu jadi sumber perselisihan
              antara pemerintah, pengusaha, dan buruh.


              POLEMIK UMP 2021 TAK NAIK KARENA CORONA

              Keputusan pemerintah tak menaikkan upah minimum (UMP) 2021 atau menetapkan besaran
              upah sama seperti tahun ini langsung memicu polemik. Keputusan ini ditentang keras para buruh
              lantaran dianggap tak mementingkan kesejahteraan buruh .
              Sementara bagi pengusaha keputusan tersebut sudah tepat untuk menjaga kelangsungan bisnis
              di tengah kondisi krisis akibat covid-19. Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia
              (OPSI) Timboel Siregar mengungkapkan upah minimum memang selalu jadi sumber perselisihan
              antara pemerintah, pengusaha, dan buruh.

              Dia mengungkap perkara seperti ini sudah langganan berujung ke PTUN dan tahun ini diramal
              akan kembali terjadi. OPSI sendiri bakal membawa Surat Edaran (SE) Nomor M/11/HK.04/2020
              yang  jadi  dasar  penetapan  upah  minimum  2021  tersebut  ke  Pengadilan  Tata  Usaha  Negara
              (PTUN).

              Pasalnya,  meski  pandemi  menekan  berbagai  sektor  usaha,  menurut  perhitungannya,  sejak
              Januari hingga Agustus 2020 tingkat inflasi masih di angka 0,93 persen.

              Sementara tingkat inflasi dari tahun ke tahun atau year-on-year (yoy) dengan acuan Agustus
              adalah  sebesar  1,32  persen.  Artinya,  Timboel  bilang,  seharusnya  para  gubernur  dapat
              mempertimbangkan untuk tetap menaikkan upah minimum pada 2021.

              Dengan adanya kenaikan upah minimum yang mempertimbangkan inflasi tahunan, daya beli
              pekerja  juga  tidak  akan  tergerus  oleh  inflasi  sehingga  mereka  dan  keluarga  bisa
              mempertahankan tingkat konsumsi. Timboel mengungkap OPSI pun tak muluk-muluk meminta
              kenaikan upah sebesar 8 persen seperti tahun lalu.

              "Dengan tingkat konsumsi yang tidak turun, tentunya akan mendukung tingkat konsumsi agregat
              sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi kita. Konsumsi agregat mendukung 55-60 persen
              terhadap pertumbuhan ekonomi," terang Timboel.

              Hal  serupa  juga  disampaikan  Presiden  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  Said  Iqbal.  Ia
              berpandangan alasan upah tidak naik karena saat ini pertumbuhan ekonomi minus tidak tepat.
              Ia meminta pemerintah membandingkan kondisi saat ini dengan apa yang terjadi pada tahun
              1998, 1999, dan 2000.

              "Sebagai contoh, di DKI Jakarta, kenaikan upah minimum dari tahun 1998 ke 1999 tetap naik
              sekitar 16 persen, padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1998 minus 17,49 persen. Begitu juga
                                                          1223
   1219   1220   1221   1222   1223   1224   1225   1226   1227   1228   1229