Page 1222 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1222

"Saya menilai SE Menaker tersebut adalah sebuah imbauan, dan bukan sebuah regulasi yang
              wajib dipatuhi Gubernur," kata Timboel kepada Tribunnews, Selasa (27/10/2020).
              "Mengacu pada UU No. 13 Tahun 2003 atau pun UU Cipta Kerja, yang memiliki hak prerogative
              menetapkan UM adalah gubernur, sehingga bisa saja gubernur menetapkan UM tidak sesuai
              dengan SE Menaker," tambahnya.

              Timboel menerangkan hal ini kerap kali terjadi di tahun-tahun sebelumya.

              SE Menaker mengimbau dan meminta delapan persen tetapi ada gubernur yang menetapkan
              kenaikan UM lebih dari delapan persen.

              "Ini biasa terjadi dari tahun ke tahun," imbuh dia.

              SE Menaker nomor M/11/HK.04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2021 pada
              masa Pandemi Covid-19 meminta para gubernur, pada point 1, untuk tidak menaikkan UM di
              tahun 2021.

              Ini artinya UM 2021 akan sama dengan UM di 2020 saat ini.

              Permintaan  Menaker  kepada  Gubernur  untuk  tidak  menaikkan  UM  di  2021  didasari  oleh
              perhitungan 64 item KHL (Kebutuhan Hidup Layak) yang telah ditetapkan Bu Menaker.

              Walaupun ada kenaikan 4 item KHL, sebelumnya 60 item KHL, namun Pemerintah menurunkan
              kualitas item-item KHL lainnya sehingga ketika dijumlahnya berdasarkan data BPS maka nilai
              total KHL sebagai acuan UM di 2021 tidak mengalami kenaikan.

              "Saya kira penambahan 4 item KHL dengan menurunkan kualitas beberapa item KHL yang lama
              adalah tidak tepat, dan ini tidak obyektif melihat kondisi riil di masyarakat," tegasnya.

              Sementara  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  menyesalkan  sikap  Menteri
              Ketenagakerjaan  yang  mengeluarkan  surat  edaran  Nomor  M/11/HK.04/X/2020  tertanggal  26
              Oktober 2020.

              Presiden KSPI Said Iqbal menyebut, aksi perlawanan buruh akan semakin mengeras terhadap
              penolakan tidak adanya kenaikan upah minimum 2021 dan penolakan omnibus law UU Cipta
              Kerja.

              "Menaker tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya memandang kepentingan pengusaha
              semata," kata Said dalam pernyataannya, Selasa (27/10/2020).
























                                                          1221
   1217   1218   1219   1220   1221   1222   1223   1224   1225   1226   1227