Page 1220 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1220

"Ini artinya lagi-lagi justru malah membuat tambah miskin. Bukan hanya kehidupan buruh yang
              tambah miskin tapi seluruh rakyat yang memiliki usaha kecil menengah," imbuhnya.
              Mirah mengatakan Menaker Ida Fauziyah seharusnya bersikap fair bahwa dalam pandemi Covid-
              19 ada perusahaan yang terdampak dan tidak terdampak.

              Dia mencontohkan perusahaan yang terdampak parah antara lain seperti perhotelan. Namun,
              perusahaan yang tak terdampak Covid-19 pun juga banyak. Seperti buruh di sektor makanan.

              "Menaker ini harus fair juga, banyak perusahaan yang tidak terdampak Covid-19. Buruh minyak
              kelapa sawit dan buruh yang di sektor makanan atau pabrik makanan, itu nggak ada imbasnya
              sama sekali. Kan anggota saya di retail makanan, itu sama sekali nggak ada imbasnya. Artinya
              jangan digeneralisir, jangan semua disamakan," kata dia.

              Sebelumnya,  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah,  memastikan  tak  ada  kenaikan  upah
              minimum  di  tahun  depan,  baik  upah  minimum  provinsi  (  UMP)  maupun  upah  minimum
              kabupaten/kota ( UMK).

              Hal  itu  tertuang  dalam  Surat  Edaran  Nomor  M/11/HK.04/X/2020  tentang  Penetapan  Upah
              Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

              Alasan pemerintah tidak menaikkan upah minimum tahun depan yakni karena kondisi ekonomi
              Indonesia saat ini dalam masa pemulihan. Menurut pemerintah, kenaikan upah tahun 2021 justru
              akan memberatkan dunia usaha.
              "Dalam rangka memberikan perlindungan dan kelangsungan bekerja bagi pekerja/buruh serta
              menjaga kelangsungan usaha, perlu dilakukan penyesuaian terhadap penetapan upah minimum
              pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi covid-19," kata Ida dalam surat edarannya.

              Surat edaran tersebut diteken pada 26 Oktober 2020. Dengan begitu, upah minimum tahun
              depan sama dengan tahun ini, atau tidak mengalami kenaikan ataupun penurunan.

              Surat  edaran  Nomor  M/11/HK.4/x/2020  tertanggal  26  Oktober  2020  itu  diketahui  meminta
              kepada  para  gubernur  untuk  melakukan penyesuaian  penetapan  upah minimum  tahun  2021
              sama dengan nilai upah minimum tahun 2020.

              Surat edaran tersebut juga meminta para gubernur melaksanakan penetapan upah minimum
              setelah tahun 2021 sesuai ketentuan peraturan perundangan-undangan, dan menetapkan dan
              mengumumkan Upah Minimum Provinsi Tahun 2021 pada tanggal 31 Oktober 2020.

              Mirah Sumirat menilai, pernyataan Menaker melalui surat edaran tersebut berdampak luas secara
              nasional kepada perekonomian Indonesia.

              "Kenapa?  Ketika  itu  tertahan  upahnya,  nggak  ada  kenaikan,  kemudian  bagaimana  daya  beli
              masyarakat? Itu tidak akan pernah bisa, akhirnya hasil produk kecil dan menengah tidak akan
              laku," kata Mirah.
              "Sebenarnya ada pelajaran penting di krisis ekonomi 1998. Itu pertumbuhan ekonomi minus 17
              persen, tapi Pak Habibie (saat itu) mau menaikkan upahnya 16 persen." "Pak Habibie sadar betul
              satu-satunya untuk menghilangkan itu adalah dengan meningkatkan daya beli dan konsumsi.
              Nah kalau ini nggak," tandasnya.
              Tak Adil Deputi Presiden Bidang Konsolidasi Dewan Eksekutif Nasional Konfederasi Serikat Buruh
              Seluruh  Indonesia  (DEN  KSBSI)  Surnadi,  menyoroti  keputusan  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida
              Fauziyah, yang tidak menaikkan Upah Minimum Tahun 2021.

              Menurutnya, pemerintah memiliki kecenderungan berpihak hanya pada pengusaha.
                                                          1219
   1215   1216   1217   1218   1219   1220   1221   1222   1223   1224   1225