Page 1225 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1225

dengan upah minimum tahun 1999 ke 2000, upah minimum tetap naik sekitar 23,8 persen,
              padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1999 minus 0,29 persen," kata Said Iqbal.
              Di samping itu, tidak semua perusahaan kesulitan akibat pandemi covid-19. Oleh karena itu, dia
              meminta kebijakan kenaikan upah dilakukan secara proporsional.

              "Jangan  dipukul  rata  semua  perusahaan  tidak  mampu.  Faktanya,  pada  1998  pun  tetap  ada
              kenaikan upah minimum untuk menjaga daya beli masyarakat," tegasnya.

              Pengusaha  Mungkinkan  Upah  Naik  Jika  Mampu  Sementara  itu,  Wakil  Ketua  Umum  Kamar
              Dagang  dan  Industri  (Kadin)  bidang  Perdagangan  Benny  Soetrisno  menilai  keputusan  untuk
              menahan kenaikan upah pada tahun depan memang perlu dilakukan untuk mencegah dampak
              buruk yang lebih besar, yakni tutupnya banyak usaha dan meningkatnya angka pengangguran.

              Lagi pula, menurutnya, keputusan tersebut tak menutup kemungkinan upah buruh bisa naik
              tahun  depan  jika  pengusaha  yang  mempekerjakan  masih  mampu  menaikkan  upah.  Caranya
              dengan melalui kesepakatan bilateral perusahaan dengan pekerjanya.

              "Kalau (upah) naik pasti ada pengurangan pekerja dan akan beralih ke mekanisasi atau mesin,"
              tuturnya.

              Senada,  Wakil  Ketua  Dewan  Pertimbangan  Kadin  Jakarta  Sarman  Simanjorang  mengatakan
              keputusan tersebut sudah mengacu pada rumus penetapan upah minimum yang tertuang dalam
              PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.
              Aturan itu menyebutkan jika penetapan besaran UMP berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan
              tingkat inflasi. "Kalau kami kalikan itu minus, kalau minus seharusnya (upah) turun tapi tidak
              mungkin turun, jadi naik 0 persen itu sudah sesuai dengan format," ucap Sarman.

              Selain itu, realitanya kondisi dunia usaha saat ini hampir terpuruk akibat covid-19. Oleh sebab
              itu, kenaikan upah minimum justru bisa menjadi beban pengusaha dan membuat mereka makin
              terpuruk.

              "Itu justru akan menambah pengusaha yang melakukan PHK. Jadi, menurut hemat kami itu
              kebijakan yang sangat adil," terangnya.

              Terkait polemik atas kebijakan upah 2021, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan
              keputusan pemerintah merupakan jalan tengah bagi buruh dan pengusaha di tengah kondisi
              krisis akibat covid-19. Ia juga mengklaim kebijakan itu juga telah dikaji secara mendalam oleh
              Dewan Pengupahan Nasional (Depenas).

              "Ini jalan tengah yang harus diambil oleh pemerintah dalam kondisi yang sulit dan tidak mudah.
              Perlindungan pengupahan kita jaga, keberlangsungan usaha harus kita perhatikan. Atas dasar
              itulah SE ini kami keluarkan," ujar Ida melalui keterangan resminya.

              Politisi  PKB  itu  juga  menuturkan  keputusan  tak  menaikkan  upah  bertujuan  memberikan
              perlindungan  dan  keberlangsungan  bekerja  bagi  pekerja/buruh  serta  menjaga  kelangsungan
              usaha.

              "Di samping itu tentu saja harus diingat bahwa pemerintah tetap memperhatikan kemampuan
              daya beli para pekerja melalui subsidi gaji/upah. Sesungguhnya bantalan sosial sudah disediakan
              oleh pemerintah. Jadi pemerintah tidak begitu saja menetapkan itu karena ada beberapa langkah
              yang sudah dilakukan," tandasnya.




                                                          1224
   1220   1221   1222   1223   1224   1225   1226   1227   1228   1229   1230