Page 1221 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1221

Hal itu didasari dengan hasil dialog Dewan Pengupahan SE Indonesia pada 15-17 Oktober 2020
              di  Hotel  Harris  Kembangan,  di  mana  ada  2  keputusan  yakni  :  1.Ump  /UMK/umsp/umsk
              penetapannya diserahkan ke masing masing wilayah. Rekomendasi Dewan Pengupahan unsur
              SP/SB (serikat pekerja atau seriat buruh).

              2. Penetapan upah 2021 sama dengan tahun 2020 usulan Apindo/Kadin.

              "Ada dua rekomendasi usulan itu. Tiba-tiba ada Surat Edaran yang menyatakan upah tahun 2021
              tidak naik," kata dia saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (27/10/2020).

              "Atinya  menaker  hanya  mementingkan  usulannya  Apindo  saja.  Ini  yang  buruh  tidak  pernah
              harapkan. Mestinya menaker mengakomodir kepentingan buruh juga. Eggak boleh sepihak ini
              namanya tidak adil," sambung dia.

              Ia melanjutkan, pandemi Covid-19 tidak sama sekali tidak diharapkan buruh.
              Namun,  pemerintah  tetap  bisa  mempertimbangkan  adanya  kenaikan  upah  minimum  tahun
              depan, dengan melihat kondisi di mana masih ada 11 sektor yang masih beroperasi saat Covid-
              19.

              "Saya beri contoh dua saja. Pertama, kesehatan dan makanan. Sektor itu kan tidak terkena
              dampak. Harusnya Surat Edaran itu, jangan dong pukul rata pada semua sektor," ungkapnya.

              Sebanyak 11 sektor usaha yang masih bisa beroperasi saat PSBB tersebut adalah : Perusahaan
              kesehatan, Usaha bahan pangan, Energi, Telekomunikasi dan teknologi informatika, Keuangan,
              Logistik, Perhotelan, Konstruksi, Industri strategis, Pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri
              yang ditetapkan sebagai obyek vital nasional dan obyek tertentu, serta Pemenuhan kebutuhan
              sehari-hari.

              Memberatkan Buruh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani
              Nena Wea menolak keputusan pemerintah yang tidak menaikkan upah minimum (UMP) di tahun
              2021.

              Andi Gani mengatakan, keputusan ini dapat membuat daya beli masyarakat semakin menurun.

              "Ini sangat memberatkan buruh dalam kondisi kesulitan ekonomi dan daya beli masyarakat yang
              lagi turun, tentu sangat berat," ujar Andi Gani di Jakarta, Selasa (27/10/2020).
              Andi  Gani  meminta  pemerintah  untuk  meninjau  ulang  kebijakan  tersebut.  Menurutnya,
              pemerintah harus mengajak bicara serikat buruh sebelum memutuskan.

              Andi mengakui pengusaha memang banyak yang lagi dalam kondisi susah. Tapi buruh juga jauh
              lebih susah. Seharusnya pemerintah bisa bersikap lebih adil, yaitu tetap ada kenaikan UMP 2021.

              Sementara, bagi perusahaan yang tidak mampu dapat melakukan penangguhan dengan tidak
              menaikkan  UMP  setelah  berunding  dengan  serikat  pekerja  di  tingkat  perusahaan  dan
              melaporkannya ke Kementerian Ketenagakerjaan.

              Sebaiknya Naik Pengamat Ketenagakerjaan Timboel Siregar mengomentari Surat Edaran Menteri
              Ketenagakerjaan  tentang  penetapan  UM  (upah  Minimum)  2021  yang  ditujukan  kepada  para
              gubernur.

              Menurutnya,  SE  Menaker  hanya  acuan  bagi  para  gubernur  sebelum  menetapkan  UM  tahun
              berikutnya.

              UM ditetapkan oleh para gubernur paling lambat 1 November baik berupa UMP maupun UMK.


                                                          1220
   1216   1217   1218   1219   1220   1221   1222   1223   1224   1225   1226